09 December 2019, 17:07 WIB

Demo Warnai Perhelatan COP25


Thalatie K Yani laporan dari Madrid, Spanyol | Internasional

MI/Thalatie K Yani
 MI/Thalatie K Yani
Demontrasi oleh sejumlah aktivis lingkungan di COP25 Madrid, Spanyol

KONFERENSI lingkungan hidup UNFCCC COP25 mendapat banyak perhatian dari aktivis lingkungan. Banyak saja aksi yang mereka lakukan. Termasuk melakukan aksi demonstrasi setiap harinya. Sejak pertama kali dibuka pada Senin (2/12) sejumlah aksi demonstrasi dilakukan.

Di depan Feria de MAdrid (IFEMA), sejumlah aktivis membagian flyer yang mengajak kepedulian akan lingkungan atau pun mengecam aksi perusakan lingkungan. Aksi pun dilakukan di dua tempat, di awal petugas keamanan masih memberikan kesempatan untuk melakukan aksi di dalam gedung IFEMA. Aksi ini lebih bersifat duduk-duduk sambil mementangkan spanduk.

Seperti pada Rabu (4/12), sejumlah aktivis memasang sepanduk bertuliskan 'Reparations fo Climate Debit!" atau 'Make Them Pay'. Aksi ini lebih menitik beratkan pada menekan negara-negara maju untuk melakukan pembayaran sesuai artikel 6 Paris Agrement. Esoknya pun masih ada aksi yang memajang spanduk di Hal 4 IFEMA.

Baca juga: Solusi Teknologi dari Taiwan untuk Lingkungan

Sedangkan di luar, lebih tepatnya di depan pintu keluar Metro Feria de Madrid lebih ke aksi sosial atau demonstrasi dengan pengeras suara. Mereka memasang spanduk dan membagikan flyer tentang kondisi bumi. Terkadang mereka membagikan roti lapis vegan untuk para pejalan kaki yang melintas di depan mereka.

Namun puncak demonstrasi yang paling besar pada hari Jumat (6/12). Aksi demonstrasi yang membuat penjagaan IFEMA diperketat itu dipimpin aktivis lingkungan termuda, Greta Turnburg. Meski sempat sejumlah pendukung aktivis berusia 16 tahun melakukan aksi duduk di HAl 4 IFEMA, aksi besarnya dilakukan di pusat kota Madrid.

Di mana ribuan orang turun kejalanan dengan beragam kostum. Demonstrasi yang seharusnya mulai pukul 18.00 waktu Spanyol atau pukul 24.00 WIB ini sempat membuat jalan di Madrid macet dan banyak terjadi pengalihan jalur. Aksi yang menyedot banyak perhatian dunia itu berakhir jelang tengah malam.

Sesaat sebelum memimpin demonstrasi, Greta menyatakan aksi mereka mulai didengar dan membangun opini publik. "Saya pikir penting untuk memasukkan keadilan sosial di masalah iklim. karena itu adalah keadilan terbaik yaitu keadilan lingkungan, pastinya itu perlu diterapkan. Saya pikir dan saya harap, COP25 membawa sesuatu yang konkret dan membawa serta meningkatkan kesadaran orang secara umum dan pemimpin dunia melakukannya. Sekarang kayaknya tidak begitu. iya, berusaha sebisa mungkin membawa ini ke permukaan," ujarnya.

Aksi meminta keadilan untuk alam pun dilakukan Senin (9/12) pagi. Sejumlah aktivis kembali membagikan flyer dan tabloit berjudul 'Business united behind the science, with ambitious policies it can deliver', sebagian lagi membentang spanduk dan kertas kardus yang bertuliskan tentang keadilan terhadap lingkungan.

Mereka pun menggunakan pengeras suara memancing peserta COP yang memasuki kawasan IFEMA, yang meneriakan tentang people power dan climate change.(OL-4)

BERITA TERKAIT