09 December 2019, 15:45 WIB

Hari Anti Korupsi Sedunia, Kali ini Jokowi Tidak Bersama KPK


M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

PERINGATAN Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2019 berbeda dengan Hakordia tahun lalu. Presiden Joko Widodo tidak merayakan peringatan Hakordia di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melainkan di SMK Negeri 57 Jakarta Selatan.

Peringatan Hakordia kali ini dihadiri oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat seperti Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menko Polhukam Mahfud Md, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo, dan Menkominfo Johnny G Plate.

Kemudian, beberapa kepala daerah juga tampak hadir antara lain Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Wali Kota Bogor Bima Arya.

Politisi juga terlihat hadir seperti Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD La Nyalla Mattaliti, dan Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat, dan putra Soesilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono.

Sementara, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama, Menteri BUMN Erick Thohir serta artis Bedu dan Sogy Indraduadja.

Jokowi tidak hadir di Gedung KPK pada Hakordia kali ini karena saling berbagi tugas sebagai kepala negara.

"Pak Ma'ruf belum pernah ke sana, silakan Pak Ma'ruf, saya di tempat lain. Bagi-bagilah, masa setiap tahun saya terus," kata Jokowi usai menyaksikan pentas #Prestasitanpakorupsi di SMK 57, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

Baca juga: KPK Buka Kuping di Hari Antikorupsi

Dalam acara tersebut Presiden disuguhkan pentas seni drama yang diperankan para menteri-menteri. Nadiem dan Whisnutama berperan sebagai siswa sekolah lengkap dengan pakaian SMA, Erick Thohir menjadi tukang bakso urat lengkap dengan topi dan handuk di leher sedangkan Bedu dan Sogy Indraduadja juga menjadi siswa.

Presiden Jokowi tampak terpingkal menonton permainan komedi mereka yang menyampaikan korupsi di kalangan siswa sekolah.

Sementara itu, Kiai Ma'aruf Amin memberikan penghargaan kepada lembaga, instansi, dan daerah terkait penerapan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Terbaik 2019.

Tidak hadirnya Presiden membuat Ketua KPK Saut Situmorang mengurungkan niatnya ingin memeluk Jokowi.

"Mungkin sibuk ya, tapi nanti masih ada lain waktu ya untuk ketemu. Tadi kan kalau datang ingin dipeluk," Ucap saut dengan tertawa.

Meski begitu Saut mengaku tak kecewa Presiden tak hadir. Karena hadirnya presiden di sekolah untuk mengedukasi pelajar secara langsung. Dan membentuk generasi muda yang antikorupsi.

"Ya ga boleh dong (kecewa) kan presiden harus memutuskan dia bertemu dengan siapa. Gapapa, karena bagaimana pun kan kalau kita masuk jenjang pendidikan, semua jenjang pendidikan harus masuk. Jadi bagus lah jadi nanti generasi muda. Mungkin mereka membagi waktu dengan wakilnya (Ma'aruf)," Tandasnya.

Tahun-tahun sebelumnya Presiden Joko Widodo selalu merayakan Hakordia di bersama lembaga antirasuah tersebut. Namun, tahun ini Presiden memilih merayakan Hakordia bersama pelajar. (OL-4)

BERITA TERKAIT