09 December 2019, 14:55 WIB

Facebook Perluas Fitur Crisis Response ke Whatsapp


Suryani Wandari | Weekend

Dok. AFP
 Dok. AFP
Aplikasi pesan Whatsapp kini juga memiliki fitur Crisis Response dari Facebook.

SEJAK 2017, Facebook telah menyediakan fitur Crisis Response yang berfungsi untuk membantu orang yang tertimpa bencana alam atau serangan teror, untuk mengabarkan kondisi diri kepada keluarga dan kerabat.

Kini raksasa platform media sosial itu memperluas jaringan fitur tersebut. Tidak hanya bisa diakses melalui Facebook dan aplikasi Messenger-nya, fitur yang kini telah tersedia di 80 negara dan sudah digunakan di 300 kejadian bencana/teror itu kini juga bisa diakses melalui Whatsapp.

Diluncurkan pada awal minggu lalu, fitur ini disebut untuk memudahkan orang meski berada di area lemah sinyal. Demikian dijelaskan Kepala Bagian Produk Berdampak Sosial Facebook, Emily Dalton Smith, kepada Mashable. Fitur itu dikabarkan memiliki informasi mengenai populasi wisatawan dan pola perjalanannya.

Fitur Crisis Response di Whatsapp ini juga dapat diakses di beranda dari desktop dan dari tombol menu di aplikasi Facebook.  Salah satu fitur utamanya dari kerjasama ini adalah Pemeriksaan Keselamatan, yang memungkinkan pengguna untuk menandai diri mereka sebagai 'aman' selama krisis.

Dilansir dari dailymail, Platform media sosial ini juga telah bermitra dengan lebih dari 100 organisasi yang berbeda untuk memberikan informasi terperinci tentang penyaluran bantuan. Dengan begitu, orang juga bisa bertindak sebagai penolong saat terjadi bencana alam atau serangan terorisme. Fitur tersebut dinamakan Bantuan Komunitas, di mana orang dapat meminta atau memberikan bantuan ke daerah yang terkena dampak.

Istimewanya, facebook juga menyertakan alat lain, Penggalang Dana, di pusat Crisis Response. Ini dimaksudkan sebagai cara mudah untuk membiarkan orang mengumpulkan uang untuk disumbangkan ke organisasi nirlaba yang bekerja dengan upaya bantuan.

Setelah Badai Harvey menghantam Texas, Facebook mengumpulkan U$9 juta (sekitar Rp126 miliar) dari pengguna dan juga menyumbangkan U$1 juta (sekitar Rp14 miliar) dari perusahaan itu sendiri. (M-1)

BERITA TERKAIT