09 December 2019, 14:36 WIB

Dokter RS Siloam Sukses Tangani Kasus Langka Bibir Sumbing Wajah


Eni Kartinah | Humaniora

Istimewa
 Istimewa
Bocah Vicky sudah kembali pandai berkomunikasi dan juga tersenyum.

INSIDEN cacat sumbing atau kelainan deformitas kongenital yang disebabkan kelainan perkembangan wajah selama gestasi.

Sumbing dapat terjadi pada bibir, langit-langit mulut (palatum), ataupun pada keduanya, umum diketemukan. Namun pada kasus langka cacat sumbing hingga ke wajah, jarang sekali diketemukan.

"Ratio penemuan pada insiden tersebut adalah 1 hingga 4 berbanding 100.000 kelahiran," ungkap Drg. Andi Setiawan Budihardja SpBM(K) Spesialis bedah mulut dan maksilofasial dari Siloam Komprehensif Cleft Center di Siloam Hospitals Lippo Village Paviliun B, Tangerang, Banten, Senin (9/12).

Dengan rasio tersebut, hanya 1 hingga 4 bayi lahir berpotensi cacat sumbing wajah dari 100 ribu kelahiran.

Menurut Andi, sejak 2018 pihaknya menangani insiden langka tersebut melalui pasien Viky yang berusia lima tahun, bocah lelaki asal Ambon.

"Faktor resiko dalam proses kehamilan, misalnya kekurangan vitamin, trauma hingga terpapar radiasi/limbah penyebab cacat sumbing. Adapun pada penanganan pasien vicky, kami kontinyu dan komprehensif, sehingga saat ini, dia bisa tersenyum dan berbicara," sebut Andi sambil tersenyum.

Penanganan secara komprehensif pada Vicky dimulai sejak 2017 yaitu tindakan operasi pada wajah lalu pascapemulihan, ditahun 2018 proses operasi dilanjutkan, penutupan celah bibir dan 2019 pada dinding langit.

"Penanganan insiden langka terhadap pasien Viky, ditangani secara bertahap dan intensif. Bocah Vicky sudah kembali pandai berkomunikasi dan juga tersenyum," ungkap Andi

Kerja sama dalam penanganan insiden langka cacat sumbing wajah ini turut didukung Smile Train termasuk  kerjasama seluruh tim dokter spesialis di siloam dan dukungan dari Siloam Hospital Group, Yayasan Dharma Wulan, dan Tim Senyum Merah Putih. (OL-09)

BERITA TERKAIT