09 December 2019, 12:58 WIB

Mahfud MD: Korupsi Memotong Urat Nadi Bangsa


M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
 ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Wapres Ma'ruf Amin (tengah) bersama Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan) menghadiri peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Gedung KPK, Jakarta.

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berharap di Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2019. Pejabat harus sadar mengenai pencegahan korupsi karena korupsi memotong nadi bangsa.

"Ya baguslah mudah-mudahan ini momentum untuk menyadarkan kita semua untuk mencegah, kemudian menindak tentu saja setiap pelanggaran, atau setiap korupsi yang terjadi," Kata Mahfud setelah acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2019 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (9/12).

Menurut Mahfuyd, korupsi akan sangat berbahaya apabila terjadi terus menerus sehingga dapat merusak nadi maupun tubuh bangsa Indonesia.

"Karena sebenarnya korupsi itu memotong urat nadi kehidupan bangsa. Kekayaan negara itu kan nadi, tubuh bangsa Indonesia, tubuh negara Indonesia. Kalau korupsinya banyak berarti nadinya dipotong-potong," ungkapnya.

Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia diselenggarakan di Gedung Merah Putih KPK dihadiri sejumah pejabat pemerintah pusat, seperti Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo, dan Menkominfo Johnny G Plate.

Kemudian, beberapa kepala daerah juga tampak hadir antara lain Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Wali Kota Bogor Bima Arya.

Politisi juga terlihat hadir seperti Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD La Nyalla Mattaliti, dan Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat, dan putra Soesilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono. (Iam/OL-09)

BERITA TERKAIT