09 December 2019, 12:38 WIB

Gempa Bumi 5 SR Guncang Bantul


Indriyani Astuti | Humaniora

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
 ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Ilustrasi: Petugas memberikan penjelasan terkait gempa bumi yang terjadi di Pulau Bali

GEMPA Tekntonik yang berkekuatan 5 skala richter mengguncang wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta, Senin (9/12) pukul 10.47 WIB. Titik gempa berada di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan informasi awal gempa bumi berkekuatan 5,0 SR yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 4,5 SR.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,05 LS dan 110,14 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 130 km arah barat daya Kota Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada kedalaman 40 km.

"Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi tidak berpotensi tsunami," ujar Rahmat melalui siaran pers resmi BMKG di Jakarta, Senin (9/12).

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kata Rahmat, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Adapun guncangan gempa bumi dirasakan di Bantul, Berbah Sleman, Wonosari, Wates II MMI. Menurut BMKG hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Baca juga: Pascagempa Bumi, DPRD Maluku Kunjungi SMA Siwalima

Pada Senin (9/12) pukul 11.15 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum ada aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Masyarakat diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," tukasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT