09 December 2019, 12:07 WIB

Wilmar Group Kesulitan Penuhi Kebutuhan 37 Juta Kubik Pasir Laut


Wibowo Sangkala | Nusantara

Antara
 Antara
Nelayan memperbaiki jaring ikan jenis waring di Pelabuhan Perikanan Bojonegara, Serang, Banten.

WILMAR Group sampai sekarang belum bisa membangun pelabuhan di Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten karena kewalahan memenuhi kebutuhan 37 juta kubik pasir laut. Pelabuhan yang akan dibangun Wilmar Group direncanakan akan dijadikan sebagai pelabuhan penunjang operasional usahanya di kawasan Bojonegara, Kabupaten
Serang, Banten.

Kebutuhan pasir laut Wilmar Group direncanakan diambil dari sekitar Pulau Tunda, di perairan Banten. Namun hingga saat ini, eksplorasi pasir laut di kawasan tersebut belum bisa dilakukan karena berbagai alasan. Anggota Komisi IV DPRD Banten dari Partai Nasdem, Ali Nurdin mengakui bahwa reklamasi Wilmar belum bisa dilaksanakan. Selain belum ada payung hukumnya dan warga yang menolak.

"Masih banyak masalah itu, jadi belum bisa dilaksanakan," ujar Ali, Senin (9/12/2019).

Berbagai pihak menawarkan agar Wilmar Group menggunakan pasir laut dari reklamasi yang dilakukan PT Seven Gates Indonesia (SGI). Tawaran ini tentu membawa angin segar bagi Wilmar Group. Pasalnya, Wilmar Group segera dapat membangun pelabuhannya di Bojonegara tanpa harus menunggu berlama-lama.

Sementara itu, Kepala Cabang PT SGI, Himan mengaku mampu memenuhi kebutuhan pasir laut Wlimar Group tersebut. Menurut Himan, PT SGI kini tengah melakukan reklamasi di kawasan Merak. Deposit pasir laut di lokasi eksplorasi melebihi kebutuhan pasir laut Wilmar Group.

"Deposit pasir laut kami cukup banyak dan mampu memenuhi kebutuhan Wilmar Group," ungkap Himan.

Selain itu, PT SGI hanya beritikad baik kepada Wilmar Group agar perluasan pelabuhan milik Wilmar Group dapat segera dilakukan.

"Kami hanya berniat baik saja agar Wilmar Group bisa segera memperluas area pelabuhannya," tambah Himan.

baca juga: Irigasi di Karawang Berusia Tua dan Kurang Terawat

Seperti diketahui sebelumnya, rencana Wilmar Group memperluas area pelabuhannya menjadi 548 hektar terbentur beberapa kendala. Kendala yang dihadapi Wilmar Group di antaranya belum adanya payung hukum dan adanya penolakkan dari masyarakat sekitar dan masyarakat Pulau Tunda, lokasi eksplorasi pasir laut Wilmar Group. (OL-3)

BERITA TERKAIT