09 December 2019, 10:46 WIB

Ini Tiga Tugas Awal dari Kolaborasi KAI-MRT


Ilham Pratama | Megapolitan

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
 ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar

KOLABORASI PT Kereta Api Indonesia dengan PT MRT Jakarta bakal membentuk perusahaan baru untuk integrasi transportasi publik.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan perusahaan baru ini berwenang mengelola jalur kereta api dan penataan kawasan stasiun.

"Setelah perusahaan baru terbentuk, tiga tugas awalnya yakni penataan kawasan stasiun, studi tentang integrasi kawasan Jabodetabek, dan perencanaan pengelolaan kawasan Transit Oriented Development (TOD)," kata William di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/12).

William berharap dengan adanya integrasi mampu meningkatkan angka pengguna transportasi publik. Terlebih, nantinya akan ada integrasi sistem tiket dan tarif dengan kereta commuter line, kereta bandara serta Lintas Raya Terpadu (LRT).

"Kalau dengan KCI, kan Bank Indonesia kan sudah menargetkan satu kartu bisa terintegrasi, targetnya kan Januari 2022 terintegrasi dengan seluruh moda transportasi di DKI," imbuhnya.

Baca juga: KAI-MRT Bentuk Usaha Patungan untuk Integrasi Transportasi

Perusahaan yang belum memiliki nama ini bakal berbentuk perusaan joint venture atau patungan. Kepemilikannya ada pada PT MRT Jakarta sebesar 51% dan PT KAI 49%.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo berharap perusahaan baru ini mampu membantu mengoptimalkan penataan kawasan stasiun di Jakarta.

"Terutama soal loop line yang menghubungkan dari satu stasiun ke stasiun lain di Jakarta, penataan dan pembangunan kawasan stasiun terutama menata ojek online, dan mengoptimalkan layanan angkutan darat seperti Trans-Jakarta dan turunannya menjadi angkutan feeder," ujar Syafrin.(OL-5)

BERITA TERKAIT