09 December 2019, 09:01 WIB

Warga Watotutu masih Kesulitan Air Bersih


Ferdinandus Rabu | Nusantara

MI/Alex P Taum
 MI/Alex P Taum
Krisis air bersih masih menjadi persoalan masyarakat Desa Watotutu, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

HINGGA kini warga Desa Watotutu, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur masih kesulitan air bersih. Seperti pengakuan Yoseph Kia Waton, warga Desa Watotu sejak 2016 telah dibangin jaringan air bersih. Namun meski sudah ada jaringan air, air bersih tidak pernah mengalir.

"Alokasi dana desa untuk jaringan air bersih sudah dilakukan sejak 2016, tetapi sampai saat ini air bersih masih sulit di sini. Tidak tahu kenapa, sehingga harus segera dievaluasi. Pada tahun ini, kesulitan air bersih paling parah. Warga desa lebih banyak membeli air untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Saya sendiri, seminggu sekali harus mengeluarkan uang Rp50 ribu untuk membeli lima drum air untuk kebutuhan air bersih. Mudah-mudahan dana desa tahun depan bisa segera menjawab kesulitan air selama ini," kata Yoseph, Senin (9/12/2019).

Menurut warga di desa ini, pembangunan infrastruktur seperti jalan dan lorong mulai terlihat hasilnya, tetapi kebutuhan mendasar warga terkait air bersih masih belum tuntas. 
Harapan yang sama juga disampaikan oleh Kepala Desa Latonliwo Satu, Kecamatan Tanjung Bunga, Gaspar Bali Belaja. Ia berharap ada kenaikan dana desa agar bisa digunakan untuk menyelesaikan sejumlah pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat desa.

"Masih banyak agenda yang belum tuntas dan masih terus berlanjut dengan memanfaatkan dana desa tersebut. Misalnya, alokasi dana desa untuk membantu membangun perumahan rakyat yang terus berlanjut setiap tahun. Untuk tahun ini ada 18 unit rumah kami bantu dengan alokasi dana desa sekitar Rp126 juta. Setiap rumah mendapat bantuan Rp7 juta.  Tahun depan pun akan terus berlanjut," kata Gaspar.

baca juga: Istri Gubernur NTT Disiapkan Gantikan Johnny G Plate di DPR RI

Rencana lainnya adalah membangun tembok penahan abrasi pantai minimal 500 meter dengan biaya Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

"Dana desa yang kami terima sekitar Rp721 juta. Jadi kami mencoba membangun secara bertahap," lanjutnya. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT