09 December 2019, 08:30 WIB

Kucumbu Tubuh Indahku Borong Delapan Citra


Zak/X-7 | Humaniora

MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
Produser film Kucumbu Tubuh Indahku Ifa Ifansyah mengangkat Piala Citra pada malam penganugerahan Piala Citra 2019 di Grand Studio Metro TV

FILM Kucumbu Tubuh Indahku yang disutradarai Garin Nugroho memborong delapan Piala Citra pada Festival Film Indonesia (FFI) 2019. Bagi Garin, Citra ini pertama kalinya­ diraih untuk kategori Sutradara Terbaik FFI.

Dipilihnya Kucumbu Tubuh Indahku sebagai Film Terbaik FFI 2019 menunjukkan sikap industri film Indonesia dalam merepresentasikan keterbukaan ekspresi sinema.

“Menulis tema sensitif memang penting bagi terbukanya dialog publik. Ini merepresentasikan keterbukaan eks­presi dalam sejarah sinema Indonesia. Kebahagiaan terbaik, meski telah meraih beberapa penghargaan internasional, ialah memenangi penghargaan FFI. FFI ialah rumah saya sebagai sutradara, dan tetap terus bisa mencipta di tengah anak-anak baru, dengan beragam karya dan inovasi mereka. “Selalu menjadi rumah dan sejarah,” ujar Garin dalam sambutannya yang dibacakan putrinya, Kamila Andini, pada perayaan FFI 2019, di Metro TV tadi malam.

Kucumbu Tubuh Indahku berkisah tentang sosok dengan spektrum gender nonbiner. Dalam perjalanannya, film itu mengalami dinamika pro-kontra di ruang publik. Ada yang mengapresiasi meski tidak sedikit yang memboikot penayangannya. Represi beberapa ormas untuk menolak pemutaran film yang diilhami dari karakter penari Lengger asal Banyumas, Rianto, itu menjadi beberapa kasus penolakan suatu gagasan karya.

Sementara itu, sang produser Ifa Isfansyah mengatakan semoga semakin banyak film yang dibuat atas nama kemanusiaan, suara terpinggirkan, dan tidak pernah terdengar.

“Semoga ini juga menjadi simbol tentang kebebasan dan kemerdekaan berkarya di sinema Indonesia,” ucapnya saat menerima Piala Citra.
Kucumbu Tubuh Indahku juga didaftarkan untuk mewakili Indonesia dalam kategori Best Foreign Language di Oscars. Pada perayaan ke-39 FFI itu, film tentang tenaga kerja wanita berjudul Help is on The Way karya Ismail Fahmi Lubis memenangi Citra untuk kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik. (Zak/X-7)

BERITA TERKAIT