08 December 2019, 13:25 WIB

Bawaslu Klaten Ajak Masyarakat Awasi Pilkada 2020


Djoko Sardjono | Nusantara

MI/Djoko Sardjono
 MI/Djoko Sardjono
Bawaslu gelar sosialisasi pengawasan partisipasi untuk pengawasan Pilkada 2020 melalui seni budaya. Salah satunya adalah gejog lesung.

BERBAGAI upaya dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, guna mendorong kesadaran masyarakat dalam pengawasan partisipatif pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020.

"Salah satu kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif yang kami lakukan, yaitu lewat pergelaran seni budaya lokal di alun-alun sekarang ini," kata Dina Nur Hidayati, Komisioner Bawaslu Klaten, Sabtu (7/12/2019) malam.

Kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif melalui pentas seni budaya. Selain untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam pengawasan pilkada yang akan datang, juga bertujuan melestarikan seni budaya lokal.

"Sosialisasi melalui pentas seni budaya ini, Bawaslu Klaten mengajak masyarakat dalam pengawasan partisipatif. Tujuannya, untuk mewujudkan pilkada yang demokratis dan berkualitas," kata Dina Nur Hidayati.

Seni budaya daerah yang ditampilkan dalam sosialisasi pengawasan partisipatif, antara lain parade musik dangdut gentayangan, tari klasik, guyon maton, dan gejog lesung. Kegiatan ini mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Menurut Dina, seni budaya merupakan media strategis untuk kegiatan kampanye pengawasan partisipatif.  Lewat seni budaya itu diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan tersebut.

baca juga: KPU Berharap Pilkada di Kebumen Bersih

Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fatkhurrahman, dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk berani menolak tegas praktik politik uang (money politic) pada pemilihan bupati dan wakil bupati yang akan datang.

"Laporkan langsung ke Bawaslu Klaten atau Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) masing-masing jika diketahui ada pelanggaran. Karena, praktik politik uang melanggar ketentuan undang-undang pemilu,"  pungkasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT