08 December 2019, 12:57 WIB

Mentan: Pangan Lokal Jadi Kekuatan Bangsa


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

MENTERI Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan keberadaan pangan lokal menjadi kekuatan bangsa. Ia pun mengajak masyarakat lebih cinta dan mengonsumsi pangan lokal.

"Mengembangkan pangan lokal berbasis UMKM merupakan langkah penting agar pangan lokal memiliki daya saing yang kuat," tegas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam sambutannya pada acara Talkshow Pangan Lokal Berbasis UMKM di Titik Nol kota Yogyakarta, Minggu (8/12/2019).

Acara Gelar Pangan Lokal Berbasis UMKM ini, lanjut mentan, sejalan dengan komitmen Presiden RI untuk mengembangkan dan memberdayakan UMKM. Sehingga hasil dan kualitas produk olahan dari UMKM dapat meningkat. Kementerian Pertanian akan terus mengembangkan UMKM, terutama yang bergerak di sektor pertanian.

Pemberdayaan UMKM yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian meliputi diseminasi teknologi untuk mengefisiensikan proses produksi dan mendekatkan UMKM terhadap akses pasar, serta memberikan akses modal dengan cara merintis kerja sama dengan perbankan.

"Kami juga telah melakukan kerja sama untuk memberikan KUR kepada UMKM sektor pertanian sebesar Rp30 triliun. Langkah ini akan dilanjutkan dengan perbankan Iainnya untuk memperluas akses permodalan bagi UMKM sektor pertanian," ujar Syahrul.

Upaya yang dilakukan Kementan sangat strategis dan tidak akan berhasil tanpa dukungan dari seluruh pihak yang terkait.

"Peran penting pemerintah daerah untuk turut mendorong pengembangan UMKM juga harus ditingkatkan. Selain itu, kami mengharapkan pihak perbankan untuk dapat terus memberikan kemudahan kepada UMKM dalam mengakses kredit. Serta pihak swasta untuk dapat menumbuhkan kemitraan dengan UMKM dalam produksi, pengolahan dan pemasaran pangan lokal," tambah Mentan.

Dalam laporannya Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi mengatakan, Indonesia memiliki potensi UMKM yang sangat besar. Adapun 99% dari total pelaku usaha di Indonesia merupakan UMKM yang mampu menyerap hingga 97% tenaga kerja nasional. Selain itu, 90% pangan yang beredar di Indonesia adalah produk dari UMKM.

"Acara Gelar Pangan Lokal Berbasis UMKM ini, sebagai upaya untuk mengembangkan pangan lokal berbasis UMKM dalam rangka mengurangi Food loss, meningkatkan nilai tambah pangan lokal, memberdayakan UMKM, menumbuhkan kemitraan serta mengedukasi dan mendorong masyarakat untuk mengonsumsi pangan lokal dan untuk mengurangi food waste," jelas Agung.

baca juga: Produksi Cabai Merah Surplus, Harga Turun

Sehari sebelumnya, BKP Kementan juga menggelar acara FGD yang dihadiri sejumlah pakar untuk memberikan pemikiran dan ide strategis guna pengembangan pangan lokal berrbasis UMKM. Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menambahkan, ketahanan pangan sangat penting. Kuncinya, lanjut Sultan, adalah produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Dengan produktivitas yang mencukupi, inovasi atas pangan lokal bisa ditingkatkan dan impor bahan pangan bisa ditekan. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT