08 December 2019, 10:53 WIB

Pabrik Polyethylene di Cilegon Kuatkan Industri Kimia Indonesia


Hilda Julaika | Ekonomi

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
 ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Pimpinan proyek melakukan monitoring pembangunan pabrik Polyethylene (PE) baru berkapasitas 400 ribu ton per tahun di Cilegon

PABRIK polyethylene di Cilegon yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo digadang-gadang mampu menguatkan industri kimia dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan beroperasinya pabrik ini akan menekan impor yang membebani neraca perdagangan Indonesia. Implikasinya, kebutuhan domestik industri kimia dapat terpenuhi dan terus tumbuh.

“Dengan berdirinya pabrik baru polyethylene ini, kita patut berharap bahwa Indonesia akan mampu mensubstitusi impor produk polyethylene dengan volume sebanyak 400 ribu ton per tahun,” kata Agus melalui keterangan resmi yang diterima, Minggu (8/12).

Kemampuan menghasilkan polyethylene ini berpotensi menghemat devisa negara hingga mencapai Rp8 triliun. Sekaligus memiliki peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru di industri plastik hilir hingga mencapai 17.500-25.000 orang.

Kebutuhan domestik saat ini, sambung Agus, terhadap polyethylene telah mencapai 1,6 juta ton per tahun. Namun, Indonesia baru dapat memenuhi kebutuhan tersebut hingga 780 ton melalui pabrik Polyethylene eksisting yang ada.

Baca juga: Jokowi Dijadwalkan Resmikan Pabrik Petrokimia di Banten

Seperti diketahui, industri kimia dalam negeri memiliki peran yang sangat signifikan. Lantaran produk yang dihasilkannya terserap oleh banyak sektor lainnya di dalam negeri. Seperti untuk industri kemasan, tekstil, alat rumah tangga, hingga komponen otomotif dan elektronik.

Produk polyethylene umumnya digunakan untuk bahan baku pendukung infrastruktur, pipa air, kabel listrik, kemasan makanan, peralatan rumah tangga dan lainnya.

“Jadi, beroperasinya pabrik ini sesuai dengan arahan Bapak Joko Widodo untuk terus menggenjot investasi dan hilirisasi sektor industri. Upaya strategis ini diyakini mampu meningkatkan perekonomian nasional secara fundamental,” tutur Agus.

Sementara itu, Presiden Direktur PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk, Erwin Ciputra menyampaikan nantinya pabrik ini mampu menyerap hingga 25.000 pekerja lokal. Termasuk tenaga kerja ahli seperti Engineer. Pabrik ini akan memproduksi High Density Polyethylene (HDPE), Linear Low Density Polyethylene (LLDPE), dan Metallocene LLDPE (mLLDPE).(OL-5)

BERITA TERKAIT