08 December 2019, 10:35 WIB

Cuaca Ekstrem Masih Ancam Wilayah Jateng Selatan


Lilik Darmawan | Nusantara

Antara
 Antara
Angin kencang merobohkan papan reklame di Banyumas, Jawa Tengah belum lama ini. 

PERISTIWA angin kencang yang melanda Banyumas dan Kebumen, Jawa Tengah (Jateng) pada Sabtu (7/12/2019), Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul  Wulung, Cilacap mengingatkan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Terutama angin kencang, hujan deras dan petir. Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung, Cilacap, Rensi Krisnawan, mengatakan cuaca ekstrem seperti angin kencang masih potensial terjadi.

"Biasanya cuaca ekstrem dengan ditandai hujan lebat dalam waktu singkat dan terjadinya angin kencang dan puting beliung, didahului dengan cuaca cerah dan panas terik. Potensi angin kencang dan hujan lebat terjadi setelah jam 12.00 WIB hingga magrib," kata Rendi, Minggu (8/12/2019).

Dijelaskan oleh Rendi, wilayah yang berpotensi cuaca ekstrem berada di wilayah pegunungan tengah, mulai dari Cilacap bagian utara, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo hingga Kebumen bagian tengah dan utara.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Karena saat sekatang masih potensi terjadi cuaca ekstrem, akibat pengaruh awan cumulonimbus (Cb)," ujarnya.

Sebelumnya, angin kencang memporak-porandakan sejumlah tempat di Kota Purwokerto pada Sabtu. Pepohonan di Jl Pemuda dan tempat gelaran pameran  yang ada di Alun alun Purwokerto diterjang angin kencang sehingga atapnya terbang.

"Ada belasan pohon yang tumbang akibat terjangan angin. Tim BPBD bersama dinas terkait menyingkirkan pepohonan yang roboh," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banyumas, Ariono Poerwanto.

Selain di Banyumas, angin kencang juga melanda Kebumen, tepatnya di Desa Pengaringan dan Watumang, Kecamatan Pejagoan.

baca juga: Peran Wartawan Sangat Strategis
 
"Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda desa tersebut menyebabkan belasan rumah mengalami kerusakan. Terutama pada bagian atapnya. Selain itu, ada puluhan pohon yang tumbang karena terjangan angin," ujar Kapolsek Pejagoan Ajun Komisaris R Widiyanta.

Pada Minggu, dilaksanakan kerja bakti warga untuk membersihkan pohon yang memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan. (OL-3)

BERITA TERKAIT