09 December 2019, 09:10 WIB

Berharap Tuah Manila seperti 1991


(P-1) | Sepak Bola

ANTARA/SIGID KURNIAWAN
 ANTARA/SIGID KURNIAWAN
Pemain Timnas U-23 Indonesia Evan Dimas (dari kiri), Eggy Maulana Vikri, Saddil Ramdani, dan Sani Rizki Fauzi melakukan selebrasi  

PERJUANGAN Timnas U-23 Indonesia mengulang prestasi manis di Manila pada SEA Games 1991 semakin dekat setelah di babak semifinal menang 4-2 atas Myanmar melalui perpanjangan waktu.

Di final, Selasa (10/12) Garuda Muda akan ditantang kembali Vietnam yang pernah bertemu di penyisihan Grup B. Saat itu Vietnam menang 2-1.

Ini akan menjadi final ketujuh yang dilakoni Timnas Indonesia sejak era SEA Games pada 1977. Tim Garuda pernah tampil di enam partai final SEA Games, yakni pada edisi 1979, 1987, 1991, 1997, 2011, dan 2013.

Dari 6 partai final itu, 4 di antaranya dimainkan di Jakarta mengingat Indonesia berstatus tuan rumah SEA Games, yaitu pada edisi 1979, 1987, 1997, dan 2011. Hasilnya Indonesia hanya bisa menang dan menyabet medali emas sebanyak 2 kali dari 6 kesempatan itu, yakni pada edisi 1987 dan 1991.

Seperti dilaporkan Budi Ernanto dari Stadion Rizal Memorial, Manila, kemarin, skuat Indra Sjafri sebenarnya sudah unggul 2-0 sampai menit ke-79. Namun, Myanmar mampu mencetak dua gol balasan dalam tempo dua menit.

Evan Dimas dan Egy Maulana Vikri mencetak gol pada babak kedua dan dibalas Aung Kaung Mann dan Win Naing Tun. Pada babak perpanjangan waktu, Osvaldo Haay dan Evan Dimas mencetak gol pada setiap babak. Skor jadi 4-2 dan bertahan sampai babak perpanjangan waktu berakhir.

Pelatih Indra Sjafri pun memuji Osvaldo dan semua pemain yang performanya disebut meningkat. "Berkat izin Allah masuk final. Pertandingan dramatis. Waktu unggul 2-0 sebenarnya bisa menang lebih awal. Namun, ya sepak bola begitu ada kelengahan sedikit dan 2-2. Anak-anak begitu percaya diri dan akhirnya bisa menang 4-2," kata Indra. (P-1)

 

BERITA TERKAIT