08 December 2019, 07:50 WIB

Kesampingkan Egoisme, Kedepankan Altruisme


MI | Politik dan Hukum

MI/Haryanto Mega
 MI/Haryanto Mega
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakya (MPR) RI, Lestari Moerdijat

WAKIL Ketua Majelis Permusyawaratan Rakya (MPR) RI, Lestari Moerdijat alias Rerie, mengingatkan agar generasi muda mengedepankan sikap dan semangat altruisme. Hal itu dikemukakan Rerie dalam Kuliah Umum Empat Konsensus Kebangsaan di Kampus Unisnu Jepara, Jateng, Sabtu (7/12).

“Sikap ini mengenyampingkan ego pribadi dan lebih mementing­kan khalayak umum. Sebagai generasi milenial, bibit pemimpin masa depan ialah mereka yang memiliki jiwa ini, berjiwa altrosentris,” kata Wakil Ketua MPR.

Menurut Rerie, pemimpin juga harus qualified. Artinya, dia mengetahui benar batas-batas kapasitas diri sendiri. Jika yakin bisa, ia mengetahui hal itu.
Sebaliknya, jika dia tidak bisa, ia pun mengetahuinya. “Artinya, seorang pemimpin jangan sampai sok tahu. Pemimpin haruslah mereka yang tidak mementingkan ego, tetapi lebih mementingkan ekosistem.”

Rerie menambahkan, mahasiswa sebagai agen perubahan juga berperan penting untuk dapat mempersatukan negara karena generasi muda yang saat ini berusia 18 sampai 19 tahun, dalam kurun 20 tahun mendatang, niscaya akan menjadi pemimpin bangsa.

“Sepuluh sampai dua puluh tahun lagi, kalian ini yang akan menjadi pemimpin. Tahun 2045 diramalkan akan menjadi tahun keemasan bagi Indonesia.
Siapkah kalian mempertahankan dan menjadi pemimpin masa depan?,” tanya Rerie. Ratusan mahasiswa pun menjawab dengan seruan, “Siaaap!!”

Menurutnya, hanya dengan memahami empat dasar negara, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, generasi masa kini bisa sampai menuju cita-cita Indonesia Maju. Dengan dasar itulah, menurut Rerie, kawula muda bisa menjadi generasi emas 2045.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unisnu Sa’adullah Assa’idi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan Wakil Ketua MPR itu. Ia juga menegaskan komitmen Unisnu sebagai lembaga di bawah Nahdlatul Ulama siap menjaga dan menyosialisasikan empat dasar negara. “Kami di PBNU berasal dari singkatan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-Undang Dasar 1945. Kami siap menjaganya. Alhamdulillah pemimpin kami KH Ma’ruf Amien kini sudah menjadi seorang wakil presiden,” pungkas Sa’adullah.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR juga mengadakan Focus Group Discussion mengenai nilai-nilai perjuangan Ratu Kalinyamat dan penyerahan rekomendasi Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional. Selain Rektor Unisnu, acara penyerahan rekomendasi Ratu Kalinyamat disaksikan Plt Bupati Jepara, Dian Kristiandi, Ketua DPRD Jepara Junarso, Ketua Umum Yaptinu, dan para dekan Unisnu. (HT/X-6)

BERITA TERKAIT