07 December 2019, 18:20 WIB

Ratusan Monyet Serang Perkampungan di Tasikmalaya


Kristiadi | Nusantara

RATUSAN monyet resahkan masyarakat Blok Ciguntur, Nyalenghor, Cihalisan dan Cibungur, Desa Nanggewer, Kecamatan Pageurageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, karena masuk ke perkampungan dan merusak tanaman perkebunan.

"Kami telah menerima laporan dari para petani terutama yang memiliki lahan perkebunan, dimana ratusan monyet tersebut makan an merusak tanaman mulai dari singkong, pisang, jagung, ubi, kacang tanah, kacang panjang, cabai dan pepaya," kata Camat Pageurageung, Uwen Sulaeman, Sabtu (7/12).

Uwen mengatakan, kedatangan ratusan ekor monyet liar yang turun dari puncak Gunung Nanggewer tidak terprediksi karena mereka turun berkelompok dan terkadang dilakukan sore menjelang malam hingga merusak lahan perkebunan milik masyarakat dengan cara membabi buta.

Petani juga sudah melakukan berbagai cara untuk menghalau monyet, tetapi tidak membuahkan hasil hingga serangan itu masih terjadi.
 
"Kondisi kurangnya pasokan makanan di atas puncak Gunung Nanggewer menjadi penyebab hingga mereka turun untuk mencari makanan ke lahan yang dimiliki petani seluas 40 hektare dan mereka makan berbagai jenis tanaman palawija yang siap panen. Masyarakat tidak bisa berbuat banyak atas kerusakan hingga mereka membuat surat supaya Babinsa dan Polsek untuk turun menghalau ratusan ekor monyet tersebut," ujarnya.
 
Sementara itu, Kepala Seksi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah IV Tasikmalaya, Bidang KSDA wilayah III Ciamis,Didin Syarifudin mengatakan, monyet ekor panjang yang telah turun dari puncak Gunung Nanggewer selama musim kemarau hingga memasuki awal penghujan ada prilaku kurang stabil hingga kawanan hama tersebut turun mencari makanan.
 
"Untuk kejadian yang terjadi di Tasikmalaya sudah mendapatkan laporan dari petani, tapi kami siap membantu terutama menghalau mereka supaya kembali ke habitatnya yakni puncak Gunung Nanggewer. Karena, selama kemarau ke awal musim penghujan memang kelompok hama pernah terjadi di Kecamatan Kadipaten Tasikmalaya, Cigalontang, Salawu dan Karangkamulyan, Ciamis," katanya.

Menurutnya, hewan tersebut populasinya telah banyak di berbagai daerah namun selama ini hama yang telah menyerang perkebunan milik petani paling sering terjadi. Akan tetapi, warga juga harus waspada saat melakukan langkah terutama penghalauan terhadap kelompok monyet tersebut.
 
"Kami meminta masyarakat harus hati-hati melakukan penghalauan terhadap hama yang selama ini sering kali melakukan perusakan lahan, karena hewan tersebut tidak dilindungi oleh negara tapi petugas akan berupaya agar hewan bisa kembali ke habitatnya dengan cara menggunakan suara kaleng atau mercon," paparnya. (OL-11)

 

BERITA TERKAIT