08 December 2019, 07:05 WIB

Jumanji masih Menghibur


Gas/M-2 | Hiburan

MASIH ingat dengan Jumanji: Welcome to the Jungle yang dirilis dua tahun lalu? Film petualangan seru dengan para tokoh yang terjebak dalam rimba tersebut ternyata mampu mengulang kesuksesan film perdananya yang dirilis pada 1995, Jumanji. Konon, pendapatannya mencapai lebih dari US$962 juta atau sekitar 10 kali lipat ongkos produksinya.

Kesuksesan itu kini ingin diikuti sekuel berikutnya, Jumanji: The Next Level. Masih dengan formula lama, film yang baru mulai tayang di bioskop dalam negeri ini berkutat dengan dunia virtual petualangan di hutan belantara.

Cerita berawal saat Martha (Morgan Turner), Spencer (Alex Wolff), Fridge (Ser'Darius Blain), dan Bethany (Madison Iseman) mencari kegiatan liburan musim panas. Demi Spencer, mereka akhirnya kembali memainkan jumanji. Bahkan, kakek Spencer, Eddie (Danny DeVito) dan temannya, Milo (Danny Glover), ikut 'tersedot'.

Di dunia jumanji, avatar mereka menjelma Dr Smolder Bravestone (Dwayne Johnson), Franklin Finbar (Kevin Hart), Professor Sheldon (Jack Black), dan Ruby Roundhouse (Karen Gillan). Ada pula tiga avatar lain, Alex (Nick Jonas), Ming (Awkwafina), dan kuda bernama Cyclone.

Adapun avatar-avatar lama, kini punya karakter berbeda dari film pendahulunya. Pasalnya, gim konsol jumanji tengah rusak sehingga Martha dan teman-temannya tidak mendapatkan avatar yang sama seperti petualangan mereka dalam Jumanji: Welcome to the Jungle (2017).

Perbedaan karakter itu cukup sukses menciptakan kelucuan-kelucuan seperti avatar Bravestone. Ia 'dimainkan' oleh Eddie yang sudah setengah tuli dan acap sembrono mengambil keputusan. Kontradiksi antara profil The Rock yang serius dan kekonyolan yang mesti ia tampilkan sesuai karakternya sudah menjadi hiburan tersendiri, ditambah interaksinya dengan Hart. Sementara itu, Jack Black memancing tawa dengan keluh kesahnya.

Dari sisi visual, berkat CGI dan bujet lebih besar, sutradara Jake Kasdan sukses mengemas adegan-adegan dalam Jumanji: The Next Level sehingga terlihat lebih fantastis dari film sebelumnya. Sangat imajinatif dan spektakuler untuk dilihat.

Elemen-elemen tersebut mampu menutupi plot cerita yang biasa saja. Film dengan rating PG-13 ini menjadi tontonan yang sangat pas untuk melepas penat karena beban atau aktivitas selama seharian penuh di tempat kerja atau juga dapat menjadi hiburan yang amat menyenangkan menjelang akhir tahun. (Gas/M-2)

BERITA TERKAIT