07 December 2019, 17:27 WIB

Wakil Ketua MPR: Pemimpin Jangan Sampai Sok Tahu


Haryanto | Politik dan Hukum

MI/Haryanto
 MI/Haryanto
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat  di depan ratusan mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jateng, Sabtu (7/12)

WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan para mahasiswa untuk mengedepankan sikap altruis.

"Sikap ini mengenyampingkan ego pribadi dan lebih mementingkan khalayak umum. Sebagai  generasi milenial, bibit calon masa depan adalah mereka yang memiliki jiwa ini, berjiwa altrosentris," kata Lestari saat Kuliah Umum Empat Konsensus Kebangsaan di depan ratusan mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (7/12).

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat, pemimpin juga harus berkualifikasi, artinya tahu betul kapasitas diri sendiri. "Kalau dia yakin bisa ya dia tahu, kalau dia tidak bisa ya dia tahu. Artinya seorang pemimpin jangan sampai sok tahu. Pemimpin haruslah mereka yang tidak mementingkan ego tapi lebih mementingkan ekosistem," kata dia.

Dia menyebut, mahasiswa sebagai agen perubahan juga berperan penting untuk dapat mempersatukan negara. Karena, generasi muda yang saat ini berusia 18 sampai 19 tahun, dalam kurun 20 tahun ke depan niscaya akan menjadi pemimpin bangsa.

"Sepuluh sampai 20 tahun lagi, kalian-kalian ini yang akan menjadi pemimpin. Dan tahun 2045 diramalkan akan menjadi tahun keemasan bagi Indonesia. Siapkah kalian mempertahankan dan menjadi pemimpin masa depan?," tanya Rerie kepada ratusan mahasiswa .

Menurutnya, hanya dengan memahami empat dasar negara, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, generasi bisa sampai menuju Indonesia Maju. Dengan dasar itulah, kawula muda bisa menjadi generasi emas 2045.

"Unisnu sebagai universitas utama (satu-satunya) di Jepara memiliki generasi muda yang berpotensi dan sudah bersepakat untuk menjaga NKRI. Nah kami ingin, nantinya ada 100 mahasiswa dari sini yang mau ikut jadi kader-kader untuk menyosialisasikan empat pilar kepada masyarakat. Tahun depan, dalam waktu tak lama, kami akan adakan workshop bersama Yayasan Dharma Bakti Lestari, kami sedang persiapkan modulnya," terang Rerie.

Rektor Unisnu Sa'adullah Assa'idi mengungkapkan rasa terima kasih atas kedatangan Lestari Moerdijat. Dia berkomitmen, sebagai lembaga di bawah Nahdatul Ulama, siap menjaga dan menyosialisasikan empat dasar negara.

"Karena kami di PBNU berasal dari singkatan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar 1945. Kami siap menjaganya. Dan alhamdulillah pemimpin kami KH Ma'ruf Amien kini sudah menjadi seorang wakil presiden," kata Sa'adullah.

Ida Nur Faizah, seorang peserta kuliah umum menilai kegiatan ini cukup seru. Sebelum mengikuti kegiatan, dipikirnya, acara akan dipenuhi dengan ceramah-ceramah.

"Tadi seru sih kegiatannya, enjoy, mengalir pembawaannya juga asyik. Tadi yang saya paling pahami adalah bagian Bhinneka Tunggal Ika, di sana kita sebagai bangsa yang berasal dari beragam suku, tapi menyatu jadi bangsa Indonesia," kata mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Unisnu itu. (X-15)

Baca juga: Lestari Moerdijat Perempuan di Kursi Pimpinan MPR 2019-2024

Baca juga: Lestari Moerdijat-Ganjar Bahas Kepahlawanan Ratu Kalinyamat

Baca juga: Lestari Moerdijat Titip Masa Depan RI ke Mahasiswa

Baca juga: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Raih Penghargaan dari UI

BERITA TERKAIT