07 December 2019, 16:51 WIB

19.560 Jiwa di Aceh Singkil Terdampak Banjir


AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE | Nusantara

Belasan ribu warga di Labupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, harus berhenti melakukan aktivitas mereka. Pasalnya sejak Kamis (5/12), banjir akibat luapan Sungai Subulussalam, Provinsi Aceh, dan kiriman air melalui sungai asal Sumatera Utara telah mengenangi kabupaten di pesisir Samudera Hindia itu.

Sedikitnya 16 desa di Kecamatan Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil tegenang banjir kiriman itu. Padahal di kawasan Singkil tidak ada guyuran hujan deras.

Sesuai data yang diperoleh Media Indonesia, Sabtu (7/12), berikut beberapa lokasi paling parah tergenang banjir dan jumlah warga yang terkena dampak. Terparah di Ujung dengan 2.700 jiwa terdampak, Siti Ambiya dengan 2.082 jiwa, kemudian Kilangan 1.960 jiwa, Pulo Sarok 1.829 jiwa, Desa Pasar 1.827 jiwa, Desa Teluk Rumbia dengan 1.125 jiwa, Ujung Bawang 1.125 jiwa, kemudian Rantau Gedang 818 jiwa, lalu Desa Selok Aceh 720 jiwa, Paya Bumbung 678 jiwa, dan Kuta Simboling 396 jiwa. Kemudian Desa Suka Makmur 864 jiwa, Teluk Ambun 1.011 jiwa, Takal Pasir 912 jiwa, Suka Damai 983 jiwa dan Desa Pemuka 540 jiwa.

"Jumlah korban semuanya 16 desa, 4.464 keluarga dan 19.560 jiwa," kata Muhammad Ichsan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Aceh Singkil.

Ketinggian air di kawasan permukiman penduduk berkisar 40 cm-1 Meter. Ribuan korban banjir itu bertahan masih bertahan di rumah mereka. Sejumlah petugas dari Badan Penanggulangan Bencana tetap siaga bila sewaktu-waktu harus melakukan evakuasi warga.

"Setiap musim hujan di Singkil sudah menjadi lokasi rawan banjir. Maksaya di sini banyak rumah panggung untuk bisa bertahan di tempat masing-masing saat permukiman terendam," kata Syahrul, Warga Singkil, ibu kota Kabupaten Singkil. (MR/OL-10)

BERITA TERKAIT