07 December 2019, 14:00 WIB

Soal Aneksasi Tepi Barat, DPR AS Dukung Solusi Dua Negara


Melalusa Sushtira Khalida | Internasional

AFP
 AFP
Capitol Hill, gedung DPR AS

DPR Amerika Serikat (AS) menyetujui resolusi yang menyatakan dukungannya yang berkelanjutan untuk solusi dua negara atau two state solutions dalam konflik Israel-Palestina, Jumat (6/12).

Resolusi yang disetujui tersebut memberi peringatan terhadap setiap aneksasi Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Langkah DPR AS itu juga seolah membelot dari haluan Presiden Donald Trump yang pro-Israel. Resolusi tersebut lolos setelah mendapat dukungan 226 suara, berbanding 188 suara di DPR AS.

Dalam resolusi pertamanya menyangkut aneksasi Tepi Barat, DPR AS mengatakan bahwa setiap proposal AS untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina harus mendukung solusi dua negara yakni, memastikan kelangsungan hidup Israel sebagai negara Yahudi dan demokratis, serta memenuhi aspirasi sah rakyat Palestina atas negara mereka sendiri.

“(AS) patut mencegah langkah-langkah kedua pihak yang akan mengakhiri konflik secara damai di luar jangkauan, termasuk aneksasi wilayah secara sepihak atau upaya untuk mencapai status kenegaraan Palestina di luar kerangka negosiasi dengan Israel," terang resolusi itu.

Baca juga : Gedung Putih Sebut Rencana Pemakzulan Trump tak Berdasar

Perwakilan Partai Demokrat yang mengepalai Komisi Urusan Luar Negeri DPR AS, Eliot Engel, mengingatkan kembali kebijakan AS yang sudah lama mendukung Israel dan bagaimana ia mendukung pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Kota Suci Yerusalem yang masih disengketakan pada 2018 lalu.

Namun, ia mengatakan keamanan AS telah dikalahkan oleh keputusan menyangkut kepentingan politik.

"Kami yang merupakan pendukung kuat Israel memahami bahwa Israel paling baik diberikan solusi dua negara, bahwa solusi dua negara baik tidak hanya untuk Palestina namun juga baik untuk orang Yahudi," tutur Engel

Solusi dua negara telah memiliki dukungan dari Presiden AS berturut-turut, namun baru-baru ini resolusi DPR AS tentang Israel menunjukkan sedikit perbedaan pendapat.

Partai Republik menuduh Demokrat telah melakukan intervensi yang tidak tepat dalam pengambilan keputusan Israel dan mengabaikan apa yang mereka sebut penghasutan oleh Palestina.

Baca juga : Personel AU Arab Saudi Tembaki Pangkalan AL AS, 3 tewas

"Resolusi itu sama sekali mengabaikan alasan mengapa solusi dua negara tidak pernah berhasil: suara-suara berbisa di antara orang-orang Palestina tidak menginginkan dua negara, mereka menginginkan satu negara Palestina," tukas Perwakilan Republik di DPR AS, Steve Chabot.

“Resolusi itu memberi rakyat Palestina suara di atas masa depan Israel. Kita seharusnya tidak membiarkan itu terjadi," tambahnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk mencaplok wilayah Tepi Barat yang diduduki. Rencana tersebut menuai pertentangan keras oleh warga Palestina karena menghancurkan prospek bagi berdirinya sebuah negara Palestina.

Sebelumnya, pemerintahan Trump dengan setia mendukung Israel dan pemerintahan Netanyahu, serta belum pernah mengutuk aneksasi yang dilakukannya. B

ulan lalu, Sekretaris Negara Mike Pompeo menyatakan bahwa Washington tidak akan menganggap lagi permukiman Israel di Tepi Barat sebagai ilegal. Pernyataan Pompeo tersebut dilihat sebagai legitimasi aneksasi yang mungkin akan ditempuh oleh pemerintah Israel. (AFP/OL-7)

BERITA TERKAIT