07 December 2019, 08:10 WIB

Pemimpin Daerah Ujung Tombak Pelestarian Lingkungan


Thalatie Yani Laporan dari Madrid | Internasional

PEMIMPIN daerah memiliki peran sentral dalam pelestarian lingkungan. Apabila pemimpin di suatu daerah mengutamakan pelestarian alam, anggaran untuk lingkungan mendapat porsi lebih besar.

Hal ini dikemukakan Country Director ZSL, Dicky Simorangkir, kepada Media Indonesia seusai diskusi Partnership in Sustainable Landscape Management in South Sumatra as A Model for Climate Action di Paviliun Indonesia, Feria de Madrid (Ifema), Madrid, Spanyol, Kamis (5/12).

"Seperti di Sumatra Selatan ketika Alex Noerdin menjabat gubernur, dia langsung mendeklarasikan komitmen pengembangan pertumbuhan hijau setelah bencana karhutla pada 2015. Semua jajaran mendukung mulai capacity building hingga membuat legal literature framework. Saya pikir ini yang menjadikan Sumsel berbeda dengan daerah lainnya," kata Dicky.

"Pengaruh pemimpin sangat penting untuk menentukan mau ke mana pengalokasian anggaran. Dana desa semua merata tergantung pada prioritasnya untuk apa? Setiap daerah memiliki prioritas karena ada interes dan kepentingan," lanjut Dicky.

Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin, mengaku pascakarhutla di  daerahnya yang luasnya mencapai 43 ribu hektare beberapa waktu lalu, mereka mulai mengupayakan pencegahan dan pemulihan. Di samping itu, mereka menggalakkan pencegahan dan penegakan hukum kepada para pelaku karhutla.

"Kami mengalokasikan dana desa untuk penanggulangan dan pencegahan karhutla, yakni sekitar Rp2 miliar setiap desa. Saya pikir itu cukup untuk pencegahan dan penanggulangan karhutla," ujar Dodi.

Pada kesempatan itu, Dodi tidak lupa mengemukakan rencana penerapan energi terbarukan hasil pengolahan tandan buah segar kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati atau biofuel.

"Kami menggagas pembangunan pabrik sebagai pendukung implementasi biofuel atau bahan bakar nabati dan mendapat dukungan positif dari Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR," ungkap Dodi.

Implementasi biofuel merupakan langkah strategis dalam mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo untuk menekan impor BBM.

"Biofuel juga sebagai upaya mewujudkan kemandirian energi yang ramah lingkungan. Hal ini tidak hanya menyejahterahkan petani kelapa sawit, tetapi juga mengangkat harga diri bangsa Indonesia. Dengan merealisasikan biofuel, Indonesia akan terbantu dalam pengembangan energi," tandas Dodi. (DW/X-3)

BERITA TERKAIT