07 December 2019, 00:42 WIB

LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama Diprediksi Pakai Dana Rp15 Triliun


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Antara/Aditya Pradana Putra
 Antara/Aditya Pradana Putra
Tiang pancang pembangunan LRT Jabodetabek

LINTAS Rel Terpadu (LRT) Jakarta rute Pulo Gadung-Kebayoran Lama yang akan dibangun oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta membutuhkan dana hingga Rp15 triliun.

Koridor LRT yang menghubungkan wilayah timur dengan selatan Jakarta itu akan memiliki jarak tempuh 19,7km. Rencananya, LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama akan melalui Terminal Senen dan Tanah Abang.

Asisten Sekda DKI Bidang Perekonomian Sri Haryati menuturkan skema pendanaan akan menggunakan APBD dan investor swasta dengan pola kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) atau public private partnership (PPP).

Sri menjabarkan alasan tidak kembali menugaskan BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk membangun LRT karena ingin adanya percepatan pembangunan. Namun, ia memastikan seluruh moda transportasi yang dibangun akan terintegrasi.

"Kita tidak hanya bisa mengandalkan Jakpro karena Jakpro pun menggunakan APBD dalam membangunnya. Serta pembangunan ini harus paralel. Kita harus kreatif dalam pembiayaan sehingga harus dengan skema KPBU," kata Sri di Gedung DPRD DKI Jakarta dalam rapat bersama Komisi B, Jumat (6/12).

Baca juga : Sudah Berbayar, Jumlah Penumpang LRT Jakarta Menurun

Swasta akan menanggung sebesar Rp3 triliun sementara sisanya sebesar Rp12 triliun akan menggunakan skema penganggaran tahun jamak atau multiyears dari APBD.

Sri menargetkan LRT Jakarta rute Pulo Gadung-Kebayoran Lama dapat mulai dibangun pada tahun depan dan selesai pada 2024.

"Ada calon pemrakarsanya yang sudah mengajukan proposal. Kami tidak bisa sebut di sini karena masih dalam tahap penjajakan. Tapi memang butuh Rp15 triliun. Sebanyak Rp3 triliun akan dari swasta dan sisanya menggunakan APBD dengan multi-year," tegasnya.

Jakpro sebelumnya ditugaskan untuk membangun dan mengelola LRT Koridor 1 Pegangsaan 2-Velodrome dengan jarak tempuh 5,2km. Pembangunan LRT fase 1 ini menghabiskan dana Rp5,8 triliun.

Rute itu masih belum selesai dibangun dan akan diperpanjang hingga Manggarai ke selatan serta ke Jakarta International Stadium (JIS) di utara. Rute ini ditargetkan selesai pada 2024.

Di sisi lain, sejauh ini dalam pembahasan Rancangan APBD bersama Komisi B, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah mendapat persetujuan pengajuan dana untuk pembangunan LRT Koridor 2 ini sebesar Rp151,7 miliar. Anggaran ini menurun dari sebelumnya yang diajukan sebesar Rp556,8 miliar.

Anggaran tersebut rencananya diajukan untuk pembebasan lahan. Anggaran ini masih bisa berubah seiring belum selesainya pembahasan RAPBD 2020 di DPRD DKI Jakarta. (OL-7)

BERITA TERKAIT