06 December 2019, 22:20 WIB

Membidik Grand Slam Tahun Depan


MI | Olahraga

SATU emas telah diraih Aldila Sutjiadi di SEA Games 2019 melalui nomor tunggal putri. Namun perjalanan petenis kelahiran Jakarta, 2 Mei 1995 tersebut di pesta olahraga terbesar seAsia Teneggara tahun ini belumlah berakhir.

Satu emas lagi kini dalam bidikan Aldila. Bersama Christopher Rungkat, Aldila akan tampil di final ganda campuran Sabtu (7/12) di Stadion Tenis Rizal Memorial Sports Complex, Manila. Lawannya adalah Tamarine Tanasugarn/Sanchai Ratiwatana.    

Menghadapi pasangan asal Thailand itu, Aldilla mengaku akan bermain dengan agresif. Cara itu harus diterapkan mengingat Tamarine/Sanchai merupakan petenis yang sudah banyak pengalaman.

“Jika dibandingkan dari segi umur, pasti kami lebih unggul dalam kecepatan. Kita juga harus main taktis karena lawan lebih pengalaman,” kata Aldilla.

Tentang penampilan di SEA Games, Aldilla mengaku sangat bersemangat. Pasalnya, Aldila mendapat dukungan dari kedua orang tuanya. Sejak hari pertama cabang tenis dipertandingkan sang ayah, Indriatno Sutjiadi serta ibunda tercinta Herawati Sutisna Jahja menyasikan langsung perjuangan puteri tercinta mereka.

Dukungan penuh kedua orang tua dibalas Aldila dengan raihan emas tunggal putri yang merupakan emas nomor tunggal putri tenis pertama Indonesia di SEA Games dalam kurun delapan tahun terakhir. Pada SEA Games 2011, emas trunggal putri disumbang Ayu Fani Damayanti.

Tentang target di masa mendatang, Aldilla mengaku ingin benar-benar bisa tembus rangking 200 dunia dan tampil di ajang grand slam tahun depan. “Mungkin baru bisa masuk grand slam di Prancis Terbuka atau Wimbledon,” ujarnya.

“Selain itu juga ingin bisa tambah jam terbang karena kan harus banyak ikut pertandingan dibandingkan latihan. Dengan banyak tanding bisa tingkatkan mental dan mantapkan strategi. Harusnya sih bisa ikut 25-30 turnamen setiap tahun,” pungkas Aldilla. (Beo/R-1)

BERITA TERKAIT