06 December 2019, 18:16 WIB

Kasus Garuda Membuka Pintu Bersih-bersih BUMN


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

Antara/Hafidz Mubarak A
 Antara/Hafidz Mubarak A
Barang bukti motor gede dan sepeda lipat premiun di lambung pesawat baru Garuda Indonesia yang membawa petinggi Garuda

PRESIDEN Joko Widodo dengan tegas menyampaikan tidak boleh ada lagi petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan dan kesenangan pribadi.

Itu sudah tegas banget. Menteri BUMN (Erick Tohir) sudah tegas sekali. Itu pesan untuk semua, jangan main main," tegas presiden usai meresmikan Ruas Tol Kunciran-Serpong di Tangerang Selatan, Banten, Jumat (6/12).

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Erick Thohir memberhentikan Dirketur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara karena menyelundupkan barang mewah berupa Motor Harley Davidson dan Sepeda Brompton secara peretelan.

Menteri BUMN Erick Tohir mengatakan tindak kriminal yang dilakukan Direksi Garuda Indonesia menjadi momentum bagi pemerintah untuk menendang pejabat-pejabat kotor dari perusahaan-perusahaan negara.

Baca juga : Jokowi: Petinggi BUMN Jangan Main-Main

"Kita tidak cuma bersih-bersih Garuda, kita bersih-bersih semua BUMN. Kalau memang kotor, ya kita bongkar lah. Ini amanah. Pak Presiden Jokowi sudah buat statement yang cukup terbuka, bongkar total manajemen BUMN selama itu tidak benar. Sudah waktunya bersih-bersih," tegas Erick.

Namun, dia menekankan bahwa pemerintah tidak berupaya melakukan intervensi terhadap korporasi.

"Kita hanya harus menjaga good corporate governance. Kita tidak ada maksud acak-acak yang sudah baik. Tapi kalau yang bobrok, melakukan tindakan melawan hukum, ya harus ditindak," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT