06 December 2019, 15:51 WIB

Kasus Penyelundupan Moge di Garuda, KPK Siap turun Tangan


Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) menggelar konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery 

KOMISI Pemberantasan Korupsi angkat bicara mengenai kasus penyelundupan sepeda motor Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton yang diangkut pesawat Garuda Indonesia.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan pihaknya belum turun tangan dan masih mencermati kasus tersebut. Namun, jika ditemukan indikasi tindak pidana korupsi, ucap Agus, komisi siap melakukan supervisi.

"Kalau kemudian ada kaitannya dengan korupsi, pasti nanti akan ditangani oleh kepolisian atau siapa pun. KPK lalu mengawasi dan menyupervisi," kata Agus di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/12).

Agus melanjutkan, pihaknya belum turun tangan lantaran kasus tersebut masih ditangani penyidik Bea Cukai. Sejauh ini, kasus itu diduga hanya melanggar aturan mengenai perpajakan yang kewajiban pengusutannya pada penyidik pegawai negeri sipil (PPNS).

"Kalau pun nanti penyidik (Bea Cukai) bekerja sama dengan polisi, kami akan supervisi karena setiap sprindik (kasus korupsi) KPK selalu diberi laporannya," imbuh Agus.

Buntut dari kasus itu, Kementerian BUMN memecat Dirut PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra lantaran diduga tersangkut penyeludupan motor Harley Davidson dan sepeda lipat tersebut.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan berdasarkan hasil komite audit, didapatkan kesaksian motor Harley Davudson diduga milik Askhara. Dirut Garuda itu diduga pernah memberikan instruksi untuk mencari motor classic Harley Davidson.

Motor Harley dan sejumlah barang lainnya itu datang bersama dengan rombongan direksi PT Garuda Indonesia. Mereka menumpang pesawat baru Garuda, A330-900 Neo, yang terbang dari Perancis dan tiba hanggar Garuda Maintenance Facility (GMF) di Bandara Soekarno-Hatta pada 17 November 2019.

Pesawat Airbus seri terbaru yang didatangkan langsung dari Toulouse itu mengangkut 10 awak dan 22 penumpang. Adapun manifes dan airway bill pesawat menyebutkan nil cargo, artinya tidak ada kargo. (OL-8)

BERITA TERKAIT