06 December 2019, 14:30 WIB

Korut Ancam Kembali Panggil Trump dengan Sebutan Pikun


Melalusa Susthira K | Internasional

AFP/MANDEL NGAN
 AFP/MANDEL NGAN
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

KOREA Utara (Korut) mengancam akan kembali menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan istilah "pikun" (dotard), setelah Presiden Trump lebih dulu kembali menjuluki Pemimpin Korea Utara KIm Jong Un dengan “pria roket” (rocket man).

Hal tersebut seolah berpeluang meningkatkan kembalinya perang kata-kata di tengah batas waktu negosiasi nuklir AS-Korut yang di ujung tanduk.

Saling sindir tersebut bermula ketika Trump di sela-sela KTT NATO di Inggris, mengindikasikan opsi militer masih terbuka untuk menanggapi aksi uji coba rudal Korut.

"Dia (Kim Jong Un) pasti suka menembakkan roket, bukan? Itu sebabnya saya memanggilnya 'Rocket Man'," ujar Trump, mengulangi salah satu panggilan yang disukainya untuk Kim, Selasa (3/12).

“Kami memiliki militer paling kuat yang pernah kami miliki dan sejauh ini, kami adalah negara paling kuat di dunia. Mudah-mudahan, kita tidak harus menggunakannya, namun jika kami harus melakukannya, kami akan menggunakannya," tambahnya.

Baca juga: Mantan Menlu AS Nyatakan Dukungan untuk Biden

Wakil Menteri Luar Negeri Korut Choe Son Hui kemudian bereaksi dengan keras dan mengatakan komentar Trump tersebut tidak menaruh rasa hormat kepada pemimpin negaranya.

"Jika ini dimaksudkan untuk membuat ekspresi yang mengingatkan pada keadaan dua tahun lalu ketika perang kata-kata terjadi, itu akan menjadi tantangan yang sangat berbahaya," tutur Choe dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita Korut, KCNA, Kamis (5/12) malam.

Mengacu pada pengulangan panggilan Trump terhadap Kim tersebut, Pyongyang lantas menyebut bahwa hal itu mengindikasikan penyakit pikun Trump sedang kambuh.

Sebelumnya, Rabu (4/12), Pyongyang memperingatkan bahwa jika AS menggunakan kekuatan militer untuk melawan Korut, pihaknya akan mengambil tindakan cepat yang sesuai di tingkat mana pun untuk membalasnya.

Seorang pejabat pemerintah Korut lainnya juga menyebut penggunaan angkatan bersenjata adalah bukan hak istimewa AS saja.

Pemerintah Korut telah menetapkan batas waktu akhir tahun bagi Pemerintah AS untuk menawarkan konsesi baru bagi perundingan nuklir mereka dan telah mengeluarkan serangkaian komentar yang kian tegas dalam beberapa pekan terakhir.

Adapun agenda pidato kenegaraan yang diberikan setiap tahun baru, akan disampaikan Kim pada 1 Januari mendatang.

Dialog antara AS dan Korut telah terhenti sejak runtuhnya pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hanoi, Vietnam, Februari lalu. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT