06 December 2019, 12:09 WIB

Disdik DKI Ingin Bangun Lab Fisika dan Kimia di SMK Pariwisata


Whisnu Mardiansyah | Megapolitan

MI/ARYA MANGGALA
 MI/ARYA MANGGALA
Gedung DPRD DKI Jakarta

KOMISI E DPRD DKI Jakarta menemukan anggaran tidak relevan di Dinas Pendidikan terkait alokasi pembangunan laboratorium fisika dan kimia. Pembangunan lab itu diperuntukan untuk SMK 74 yang notabene sekolah pariwisata.

Anggota Komisi E DPRD DKI Ima Mahdiah mengungkapkan hal itu saat pembahasan lanjutan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2020 bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Gedung DPRD DKI Jakarta.

"Padahal untuk SMK Pariwisata, tidak diperlukan sama sekali laboratorium Kimia dan Fisika," kata Ima di DPRD DKI Jakarta, Jumat (6/12).

Baca juga: DPRD Keberatan Revitalisasi Trotoar akan Diokupasi PKL

Politikus PDIP itu tidak terima dengan jawaban Disdik DKI. Disdik beralasan pembangunan laboratorium itu untuk sains terapan. Namun setalah dilakukan penelusuran lebih jauh, ditemukan anggaran untuk sains terapan ada juga di program lainnya.

Ima menyoroti pembangunan untuk sekolah baru SMK Pariwisata 74 mencapai anggaran Rp106 miliar. Jumlah tersebut lebih tinggi dari pembangunan sekolah lain.

"Fraksi PDI Perjuangan sepakat memperluas jumlah pembangunan unit sekolah baru namun dengan anggaran yang masuk akal dan tidak terkesan dibuat dengan tidak cermat dan copy-paste," ungkapnya.

Terkait dengan hal itu, kata Ima, Disdik sepakat memperbaiki anggaran rehabilitasi sekolah dan akan menghilangkan anggaran pembangunan laboratorium Fisika dan Kimia tersebut. (OL-2)

BERITA TERKAIT