06 December 2019, 11:29 WIB

Jokowi Klaim Sudah Kantongi Jurus Atasi Defisit BPJS Kesehatan


Antara | Humaniora

SETPRES AGUS SUPARTO
 SETPRES AGUS SUPARTO
Ilustrasi--Presiden Joko Widodo berdialog dengan warga yang keluarganya menjalani perawatan di RSUD Ciereng, Kota Subang

PRESIDEN Joko Widodo mengatakan pemerintah telah menemukan jurus untuk mengatasi defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.    

"Menteri Kesehatan juga sudah menyampaikan di rapat terbatas kemarin, tahun depan sudah ketemu jurusnya," kata Presiden usai melakukan inspeksi mendadak di RSUD Cilegon, Banten, Jumat (6/12).   

Presiden menjelaskan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto akan memaparkan upaya tersebut.    

Ia mengatakan, keterlambatan BPJS Kesehatan membayar klaim jaminan kesehatan ke sejumlah rumah sakit terjadi karena defisit anggaran.    

Baca juga: Jokowi Sidak Pelayanan BPJS Kesehatan di RSUD Cilegon

Saat melakukan inspeksi di RSUD Cilegon, Presiden berdiskusi dengan sejumlah pasien yang memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan.    

"Hampir 90% lebih menggunakan BPJS. Memang sama seperti rumah sakit lain, 70-80% itu PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang gratis, yang sisanya 20% itu pakai yang mandiri," ujar Presiden.  

Presiden meminta pemerintah daerah memperbaiki fasilitas pelayanan untuk pasien di rumah sakit-rumah sakit daerah.    

"Masih banyak rumah sakit kita yang fasilitasnya masih belum diperbaiki. Tapi itu tugas pemerintah daerah, tugas pemerintah kota, pemerintah kabupaten ataupun pemerintah provinsi," kata Jokowi.    

Presiden sebelumnya juga melakukan inspeksi mendadak untuk mengecek pelayanan jaminan kesehatan BPJS Kesehatan di Kota Lampung dan Kabupaten Subang, Jawa Barat.    

Ia mengatakan BPJS Kesehatan harus memperbaiki tata kelola untuk mengurangi defisit anggaran. (OL-2)

BERITA TERKAIT