06 December 2019, 11:22 WIB

Kisruh TVRI, Anggota BPK Puji Helmy Yahya


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

ANTARA/Audy Alwi
 ANTARA/Audy Alwi
Dirut TVRI Helmy Yahya.

ANGGOTA Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Achsanul Qosasih turut angkat bicara terkait kisruh internal antara Dewan Pengawas TVRI dan Direksi Utama TVRI pascaterbitnya surat Dewan Pengawas TVRI.

Dalam surat Dewan Pengawas TVRI, dinyatakan bahwa pemberhentian sementara Direktur Utama TVRI Helmy Yahya. Namun terkait surat Dewan Pengawas, Helmy melawan dengan mengeluarkan surat bantahan bahwa pemberhentian tersebut cacat hukum. Ia menyatakan dirinya masih tetap sah sebagai Direktur Utama TVRI.

Melalui akun Twitternya @AchsanulQosasi, Achsanul menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Direksi Utama TVRI Helmy Yahya sekarang, kinerja TVRI mulai membaik.

Achsanul membeberkan hal-hal yang dikerjakan direksi setidaknya selama tiga tahun terakhir, antara lain melakukan restrukturisasi organisasi, penyelesaian utang, revitalisasi asset dan inventaris, berhasil menyelesaikan PP Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang selama bertahun-tahun tak pernah beres.

"Direksi juga sudah menindaklanjuti temuan BPK sampai 96%, mereka juga melakukan perbaikan laporan keuangan dan menggalang kerja sama dengan pihak lain secara transparan dan akuntabel," tulis Achsanul.

Dia pun membeberkan, apa yang sudah dikerjakan Direksi Utama TVRI Helmy Yahya mulai membuahkan hasil saat ini. Disebutkan Achsanul misalnya kualitas siaran yang membaik, rating meningkat tajam dan banyaknya sponsor.

"Kalau dibanding dulu gak ada yang mau, namun sekarang banyak pihak yang berminat kerja sama dan soliditas karyawan juga sudah muncul," kata Achsanul.

Dengan hasil tersebut, kata Achsanul, sebenarnya tidak sesuai dengan gaji Direksi Utama TVRI yang hanya Rp30 juta per bulan. "Jika bukan untuk kepentingan Merah-Putih, mereka tentu tidak akan mau," lanjut dia.

Ditegaskan Achsanul bahwa negeri ini sangat sulit mendapat Direksi TVRI Utama seperti sekarang. Saat ini TVRI, menurut Achsanul, sulit untuk mendapat direksi yang profesional dan baik.

"Coba bandingkan dengan pendahulu mereka yang banyak berakhir di penjara. Dan satu lagi, LHP Kinerja BPK-RI akan kami serahkan minggu depan, itulah dokumen valid negara bagaimana keberhasilan TVRI sekarang," tutur Achsanul.

"Dan tentu saja Hasil Pemeriksaan belum bisa saya ungkap ke Publik. Tapi dalam minggu ini saya serahkan ke Direksi dan Dewas untuk saling tabayyun demi TVRI,"  jelas Achsanul. (OL-09)

BERITA TERKAIT