06 December 2019, 08:59 WIB

Menlu RI Dorong Peningkatan Kerja Sama Ekonomi dengan Kenya


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

 MI/PANCA SYURKANI
  MI/PANCA SYURKANI
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

DALAM kurun waktu tiga tahun terakhir, tren perdagangan Indonesia-Kenya mengalami peningkatan dengan rata-rata hingga 17%, mencapai total nilai US$317 juta pada 2018. Meskipun demikian, jumlah tersebut belum sepenuhnya menerjemahkan potensi kedua negara.

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan bilateral dengan Menlu Kenya, Monica Juma, di sela-sela Bali Democracy Forum (BDF) ke-12 di Bali, pada Kamis (5/12).

Dalam pertemuan tersebut, Menlu Retno menyatakan bahwa salah satu cara efektif untuk meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara adalah melalui penurunan tarif masuk barang.

Untuk itu, di samping mendorong kemungkinan pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) dengan Kenya, Retno kembali mengingatkan pihak Kenya terkait proposal pembentukan PTA antara Indonesia dengan East African Community (EAC), tempat Kenya merupakan salah satu anggota organisasi regional yang memiliki Common External Tariff (CET) tersebut.

Dalam keterangan tertulis Kemenlu RI disampaikan, melalui PTA ini, akses pasar akan semakin terbuka dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat kedua negara.

Menlu RI juga menyampaikan bahwa pasca-Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) pada Agustus lalu, Indonesia mengharapkan kerja sama yang lebih konkret dengan Kenya.

"Dalam hal ini, kedua Menteri sepakat bekerja sama lebih erat khususnya di sektor infrastruktur dan konektivitas," kata pernyataan tersebut.

Kedua Menteri Luar Negeri lebih lanjut mendiskusikan terkait rencana pembukaan Kedutaan Besar Kenya di Jakarta. Menlu Retno mendorong agar Kenya dapat segera membuka perwakilannya. (Hym/OL-09)

BERITA TERKAIT