06 December 2019, 10:45 WIB

Enam Pria di Malaysia Divonis Penjara karena tidak Salat Jumat


Arpan Rahman | Internasional

Dok MI
 Dok MI
Ilustrasi penjara

ENAM pria muslim Malaysia dilaporkan telah dijatuhi hukuman satu bulan penjara karena melewatkan salat Jumat yang melanggar hukum Islam.

Putusan itu memicu kekhawatiran baru pada tentang meningkatnya konservatisme agama di negara multietnik itu.

Beribadah Salat Jumat adalah wajib bagi pria Muslim, tetapi jarang hukuman keras seperti itu dijatuhkan karena tidak melakukannya.

“Berusia 17 hingga 35 tahun, para lelaki itu ditangkap sedang berpiknik di dekat air terjun dan bukannya ikut Salat Jumat, di hari paling suci dalam sepekan bagi umat Islam,” lapor surat kabar Harian Metro.

Mereka juga didenda antara 2.400 hingga 2.500 Ringgit Malaysia atau Rp8 juta hingga Rp8,4 juta masing-masing setelah mengaku bersalah, Minggu (1/12) di pengadilan syariah di negara bagian timur laut Terengganu yang konservatif.

Baca juga: Koran Singapura Nobatkan Jokowi sebagai Tokoh Asia 2019

Mereka masih bebas dengan jaminan sementara mereka mengajukan banding atas hukuman. Mereka bisa dipenjara selama dua tahun di bawah hukum syariah Malaysia.

"Dugaan kegagalan menghadiri salat Jumat adalah masalah pribadi," kata Zaid Malek, dari kelompok hak asasi Pengacara untuk Liberty, dalam sebuah pernyataan.

"Sementara tindakan semacam itu mungkin dianggap tidak pantas oleh sebagian masyarakat Muslim, hukuman pidana berlebihan dan bukan cara untuk mengatasinya," tuturnya, dinukil dari Channel News Asia, Jumat (6/12).

Dia juga mengatakan hukuman tersebut bertentangan dengan janji menteri urusan agama untuk fokus pada rehabilitasi para penjahat daripada hukuman.

Para pengkritik mengatakan kasus itu menyoroti bahwa Islam yang secara tradisional toleran di Malaysia sedang terkikis dan itu terjadi berminggu-minggu setelah empat lelaki dicambuk karena melakukan hubungan seks gay yang melanggar hukum syariah.

Malaysia memiliki sistem hukum dua jalur, dengan pengadilan syariah menangani beberapa kasus untuk warga Muslim.

Sekitar 60% dari 32 juta penduduk Malaysia adalah etnik Muslim Melayu dan negara ini juga merupakan hunian bagi komunitas etnik India dan Tiongkok, yang biasanya tidak menganut Islam. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT