06 December 2019, 09:00 WIB

3M Dukung Kemenhub RI Tingkatkan Keselamatan di Jalan


Nurtjhayadi | Otomotif

MI/Nurtjhayadi
 MI/Nurtjhayadi
Pembesar 3M, pakar dari Universitas Gajah Mada, dan petinggi Kemenhub bertemu dalam seminar membahas keselamatan di jalan.

BERSAMA Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia, 3M dan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) menggelar seminar bertajuk 'Towards Safer Roads: Safety Readiness for Highway Networks Rapid Growth in Indonesia'.

Dalam kesempatan itu, 3M dan Kementerian Perhubungan RI berdiskusi dan bertukar ide bagaimana Indonesia dapat meningkatkan keamanan pengguna jalan serta mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas dan angka kematian di dalam negeri.

Dalam seminar yang digelar usai penandatanganan perjanjian internasional di bidang transportasi itu, terjadi diskusi antara 3M dan Kemenhub RI yang membahas pertukaran gagasan untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan serta mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas dan angka kematian di dalam negeri.

Seminar itu dihadiri Chief Executive Officer dari Internasional Road Assesment Programme (iRAP) Rob McInerney, Global Business Director for 3M's Transportation Safety Division Shawn Lowry, Siti Malkhamah dari Universitas Gajah Mada, Direktur Sarana Transportasi Jalan Kemenhub RI Sigit Irfansyah dan Director of Transportation and Electronics Business Group 3M Indonesia Audist Subekti.

Baca juga: Mengatur Setingan AC yang Benar Saat Hujan

Indonesia, saat ini, menjadi negara yang memiliki jaringan jalan terbesar dan paling berkembang di ASEAN dengan 47.000 km jalan nasional dan 2.000 km jalan tol.

Perkembangan jalan raya yang pesat itu perlu diimbangi program keselamatan jalan yang selaras dengan Lima Pilar Aksi Keselamatan Jalan, mengingat Indonesia termasuk salah satu negara penyumbang kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia.

Setiap tahunnya, Indonesia mencatatkan sekitar 26.000-29.000 korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas.

Menurut data Korlantas, jumlah kecelakaan lalu lintas 2017 mencapai 104.327 kejadian dan meningkat menjadi 107.968 kejadian pada 2018. Setiap hari ada sekitar tiga kecelakaan yang terjadi di seluruh jalan tol di Indonesia.

Sementara, menurut Global Status Report on Road Safety 2018 dari badan kesehatan dunia WHO, menyebutkan 31.282 orang Indonesia meninggal akibat kecelakaan di jalan raya. Angka tersebut terdiri dari 76% pria dan 22% wanita.

"Melalui seminar yang menjadi platform bagi kedua negara untuk saling berdiskusi diharapkan akan menghadirkan suatu solusi yang terukur. Pertemuan seminar ini memberikan perhatian terhadap peningkatan kerja sama di bidang transportasi, khususnya dalam hal peningkatan keselamatan lalu lintas jalan." ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI Budi Setiyadi.

Global Business Director for 3M's Transportation Safety Division Shawn Lowry mengatakan, "Mengingat masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas, maka perlu didukung dengan standar keselamatan berkendara yang konsisten dan tegas untuk meningkatkan kepatuhan ketika berkendara."

Lowry menambahkan, dengan menerapkan teknologi baru dan memperkenalkan standar keselamatan yang dapat diaplikasikan di fasilitas jalan seperti papan penunjuk arah atau rambu-rambu lalu lintas, diharapkan dapat membantu menurunkan angka kecelakaan dan kematian di jalan tol.

Melalui Divisi Transportation Safety, 3M berkomitmen terus berinovasi dengan memberikan solusi keselamatan lalu lintas. Salah satunya dengan memperlihatkan solusi mulai dari lembaran reflektif yang sesuai dengan standar ASTM D4956, stiker pemantul cahaya, serta perlengkapan jalan lainnya.

Lembaran reflektif ini sangat penting untuk meningkatkan visibilitas pengendara di malam hari terutama bagi kendaraan berukuran bobot di atas 7,5 ton seperti pada bagian sepanjang sisi trailer sehingga pengemudi kendaraan lain sudah bisa mendeteksi keberadaan kendaraan besar sejauh 200 meter di depan.

Pemasangan lembaran reflektif pada kendaraan diklaim mampu menurunkan tingkat kecelakaan sebesar 40% di Amerika Serikat. (OL-2)

BERITA TERKAIT