05 December 2019, 13:50 WIB

Es Krim Disukai Bukan Hanya Rasa Tapi Menarik Dilihat


Deri Dahuri | Humaniora

Istimewa
 Istimewa
Seminar es krim yang menghadirkan dua pembicara dari Denmark.   

ES krim yang memiliki sensasi dingin dan manis telah menjadi makanan favorit baik bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Di Indonesia, menurut sejarah, es krim dibawa bangsa Belanda. Ice Cream Saloon adalah es krim pertama yang hanya bisa dinikmati di kota besar seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Malang, dan Surabaya.

Saat itu es krim merupakan makanan mewah dan mahal, sehingga kebanyakan hanya orang Belanda saja yang menikmatinya.

Namun berdasarkan sejarah, es krim dipercaya berawal dari zaman Kaisar Nero dari Romawi pada  64 Masehi. Saat itu, masyarakat Romawi telah menikmati es krim yang terbuat dari salju halus bersama dengan campuran buah buahan dan juga dengan madu.

Akan tetapi, yang paling awal mengenalkan bentuk es krim seperti sekarang adalah Kaisar Tang dari Dinasti Shang, Tiongkok, pada 700 Masehi. Ketika itu, Kaisar Tang meminta agar es dari salju lembut  dicampur dengan susu sapi, tepung, dan sedikit kapur barus. Adonan ini diaduk hingga membentuk krim.

Pada seminar eksklusif konsumen bagi para pemain kunci industri es krim di Jakarta, Kamis (5/12), pakar Tetra Pak Indonesia Indonesia memaparkan tren kunci global dan regional dalam industri es krim pada tahun 2019.

Steen Rasmussen, Manajer Sales dan Marketing, Unit Bisnis Es Krim, Tetra Pak Denmark, menjelaskan, “Es krim adalah salah satu makanan penutup favorit di dunia. Permintaan akan sesuatu yang baru terus meningkat dan inovasi produk sangat penting bagi konsumen.”

“Resep baru, desain baru, bentuk baru, topping baru dan format kemasan baru dari es krim adalah penting untuk mengawasi perubahan tren konsumen, membaginya dan mendiskusikan inovasi yang dapat dihadirkan,” kata Rasmussen.

“Semua peralatan produksi es krim kami dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi, guna membantu konsumen mencapai tingkat kualitas terbaik dengan biaya operasional dan dampak lingkungan serendah mungkin,” kata Rasmussen dari Denmarak.

“Ini sangat penting untuk pasar seperti Indonesia, yang berdasarkan riset terbaru (Data dari Mintel Global Report 2019–A Year of Innovation in Ice Cream) diprediksi akan mengalami pertumbuhan nilai di atas 10% selama lima tahun ke depan,” tambahnya.

Laporan pasar ritel global 2019 Mintel tentang es krim mengungkapkan bahwa pasar Asia, termasuk Indonesia, diperkirakan akan tumbuh secara signifikan di dekade berikutnya.

Tony Mehrtens, Direktur Processing Tetra Pak Indonesia, lebih lanjut menjelaskan,"Prediksi pertumbuhan es krim merupakan peluang besar bagi bisnis di Indonesia.”

“Untuk merealisasikan peluang ini, bisnis perlu terus berinovasi untuk memenuhi tren konsumen yang berkembang pesat. Konsumen tertarik untuk membeli es krim yang tidak hanya menarik soal rasa, tapi seluruh indera mereka,” jelas Mehrtens.

”Produk dengan warna-warna cerah, aroma, dan tekstur yang menarik akan menghasilkan pengalaman makan yang mengesankan. Kami bekerja sama dengan konsumen kami di Indonesia untuk memberikan inovasi ke pasar," katanya. (OL-09)

BERITA TERKAIT