05 December 2019, 23:56 WIB

Lindungi Konsumen, OJK Pantau Iklan Lembaga Jasa Keuangan


Faustinus Nua | Ekonomi

Antara/Akbar Nugroho Gumay
 Antara/Akbar Nugroho Gumay
Penganugerahan Parirawa jasa Keuangan 2019

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) terus meningkatkan perlindungan terhadap konsumen lembaga jasa keuangan (LJK). Hal itu dilakukannya dengan memantau iklan pemasaran produk LJK.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Dewan Komisaris OJK Hoesen mengatakan, maraknya iklan digital turut mempengaruhi pandangan konsumen. Sebagai dampak perkembangan teknologi, hal itu kemudian menimbulkan risiko yang berujung pada kasus-kasus kerugian masyarakat.

"Ke depan, iklan tidak lagi bisa dipantau secara manual. Harus ada tools khusus yang dapat mengimbangi perkembangan teknologi," kata dia acara Malam Penganugerahan Pariwara Jasa Keuangan 2019, di Jakarta. Kamis (5/12).

Saat ini, lanjutnya iklan LJK masyarakat menjadi salah satu sumber permasalahan (root cause). Di situ timbulnya potensi perselisihan (dispute) antara konsumen dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan, apabila tidak diatur dan diawasi dengan baik oleh otoritas pengawas keuangan suatu negara.

Oleh karena itu, berdasarkan rekomendasi dari lembaga pengawasan keuangan internasional (NGO) dan amanat UU tentang perlindungan konsumen, OJK berkewajiban mengawasi dan memantau iklan LJK di tengah masyarakat.

Baca juga : Kualitas Pengawasan Turun, DPR Mesti Tinjau Ulang Anggaran OJK

Dia menjelaskan, OJK telah melaksanakan pemantauan iklan jasa keuangan secara berkala. Sepanjang 2019, hingga triwulan III 2019, OJK telah memberikan Surat Pembinaan kepada 39 (tiga puluh sembilan) Lembaga Jasa Keuangan atas 57 (lima puluh tujuh) iklan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

"Angka ini diharapkan akan menurun seiring dengan meningkatnya awareness kita semua tentang pentingnya iklan yang jujur, jelas, akurat, dan tidak menyesatkan," imbuhnya.

Ke depan, lanjutnya pemantauan terhadap iklan keuangan akan semakin kompleks dan masif. Pasalnya, tren dan cara beriklan menggunakan teknologi secara digital melalui media sosial dan online, yang meningkatkan risiko bagi pengguna, khususnya masyarakat yang rentan terhadap perkembangan teknologi.

Disisi lain, alat pendekatan pengawasan atau pemantauan terhadap iklan juga harus diimbangi dengan pendekatan pengawasan secara teknologi dan berinovatif.

"Dan ini merupakan tantangan bagi otoritas untuk memperkuat pendekatan pengawasan berbasis teknologi yang antara lain dengan menggunakan learning machine atau artificial intelligence machine atau yang dikenal dengan supervisory technology," pungkasnya.

Dalam acara tersebut, OJK memberi penghargaan kepada LJK yang telah memasarkan produknya melalui iklan yang sesuai dengan kriteria OJK. Penghargaan itu dibagi dalam 6 kategori yang ditetapkan panitia dan dinilai oleh juri profesional dari berbagai lembaga terkait. (OL-7)

BERITA TERKAIT