05 December 2019, 18:40 WIB

Gunakan Demokrasi untuk Wujudkan Keadilan Sosial


Abdillah Muhammad Marzuqi | Internasional

MANTAN Menlu Hassan Wirajuda mengungkapkan bahwa Indonesia mempunyai modal besar untuk menjadi negara demokrasi besar di dunia. Sila keempat Pancasila merupakan pondasi kuat untuk mewujudkan keadilan sosial.

Menurutnya, dunia penganut demokrasi saat ini tengah menghadapi gejolak demonstrasi yang menuntut keadilan sosial.

"Sekarang kita perhatikan gelombang demonstrasi terjadi dimana-mana, kembali pada tuntutan keadilan sosial. Bukan semata-mata tuntutan hak dan kebebasan, tapi keadilan sosial menjadi kunci," terang Hassan saat ditemui di BDF ke-12 di BNDCC, Kamis (5/12).

Ia mencontohkan wilayah Amerika Latin yang mulai panas dengan tuntutan keadilan sosial, mulai dari Bolivia, Kolombia, Chili, dan Argentina.

Hassan juga mengungkapkan bahwa Indonesia tidak menganut paham ekonomi yang mengandalkan pertumbuhan ekonomi belaka. Pertumbuhan ekonomi bagus belum tentu memakmurkan rakyat. Oleh karenanya, rakyat kurang mampu pun harus dibantu oleh negara. Pertumbuhan ekonomi harus berdampak pada semua lapisan masyarakat.

"Sebab bagian dari keadilan sosial yang menjadi landasan kita," tegasnya.

Senada dengan Hassan, Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh mengungkapkan bahwa demokrasi adalah alat, bukan sebagai tujuan. Sedangkan tujuan demokrasi adalah kesejahteraan.

"Saya berpendapat demokrasi itu sebagai tools, proses. Golnya adalah kesejahteraan. dalam bahasa Pancasila itu keadilan sosial," terangnya.

Nuh juga mengungkapkan bahwa syarat demokrasi bisa menjadi alat yang baik adalah kemerdekaan pers.

"Maka persyaratan-persyaratan agar demokrasi bisa berjalan dengan baik harus kita penuhi, salah satu diantara persyaratan adalah kemerdekaan pers," ujar Mantan Mendikbud yang saat ini didapuk sebagai Ketua South Asian Press Council Network (SEAPC-Net).

"Karena melalui kemerdekaan pers itulah keanekaragaman pluralitas bisa dijaga dengan baik," lanjutnya.

Nuh juga menyampaikan alasan filosofis terkait keharusan berdemokrasi.

"Kenapa kita harus berdemokrasi? karena kita berbeda. Karena perbedaan itulah tidak ada pilihan lain kita harus saling menghargai, saling menghormati, dan seterusnya. Disitulah filosofi demokrasi bisa dipakai," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT