05 December 2019, 23:37 WIB

DPRD Keberatan Revitalisasi Trotoar akan Diokupasi PKL


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

KETUA Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Ida Mahmudah mempertanyakan konsep revitalisasi trotoar yang akan diperuntukkan untuk pedagang kaki lima (PKL).

Ia meminta Gubernur Anies Baswedan untuk mempertimbangkan pandangan fraksi partai yang menolak program pembangunan itu.

"Gubernur mesti jangan berpikirnya, oh ini karena trotoarnya besar kita buat PKL. Ingat, sesuatu yang sudah dilakukan itu susah untuk dihilangkan," ujar Ida di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Kamis (5/12).

 

Baca juga: DKI Bangun Trotoar Senilai Rp349 Miliar, PKL Bisa Berdagang

 

Diketahui, dalam penyampaian pandangan atas rancangan APBD DKI Jakarta 2020 kemarin, PDI Perjuangan menjadi partai yang menolak program itu. PDIP menilai pemprov DKI belum maksimal mengerjakan program tersebut lantaran ditemukan bongkar pasang trotoar.

"Kan konsep awalnya bikin trotoar ini kan untuk pejalan kaki. Ya konsep awalnya saja itu (digunakan). Pandangan umum fraksi kan seperti itu. Kami dengar bahwa akan dipakai PKL dan sebagainya. Kami minta agar kembali pada fungsinya," tegas Ida.

Angggaran untuk pembangunan trotoar sempat diusulkan sebesar Rp1,41 triliun, tetapi Komisi D DPRD memangkas itu menjadi Rp1 triliun. Oleh karenanya, Ida meminta agar Anies dan jajaranya untuk main mengubah konsep revitalisasi trotoal itu.

"Jangan sesuatu yang mahal kita sudah programkan peruntukannya jadi berubah. Itu sih harapan kami. Kemarin hasil pandangan fraksi, kan itu juga menjadi sorotan," ujar Ida.

"Seharusnya gubernur menindaklanjuti pandangan umum fraksi yg sudah disampaikan. Kan banyak tuh beberapa fraksi yang memang tidak setuju adanya konsep," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT