05 December 2019, 21:25 WIB

Petani Jambi Dapat Pelatihan Budi Daya Pertanian Terpadu


Antara | Nusantara

Ist
 Ist
Petani Jambi Dapat Pelatihan Budi Daya Pertanian Terpadu

PT Lestari Asri Jaya (LAJ), perusahaan pengelola Hutan Tanaman Industri (HTI) karet, menggelar pelatihan budi daya tanam pertanian terpadu dengan sasaran petani lokal di Desa Napal Putih, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.    

Corporate Affairs Director PT Royal Lestari Utama, induk usaha LAJ, Meizani Irmadhiany, Kamis (5/12), mengatakan, kegiatan yang telah menjangkau lebih dari 700 petani itu, wujud komitmen perusahaan dalam membina petani penggarap skala kecil yang tinggal dan menggantungkan hidupnya di area kerja PT LAJ dan PT Wanamukti Wisesa.  

"Ini adalah wujud komitmen perseroan perusahaan untuk melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan petani kecil melalui implementasi program pertanian terpadu di Kabupaten Tebo, Jambi," katanya.

Hadir dalam pelatihan di Desa Napal Putih, Kabupaten Tebo itu, antara lain direktur operasional PT LAJ, kepala KPHP Tebo Barat, kepala Dinas Pertanian Tebo, dan ketua serta anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Mitra Lestari.   
 
Ketua Kelompok Tani Hutan KTH Wana Mitra Lestari, Sugiyo, mengatakan, selama ini anggota kelompoknya menggantungkan kehidupan dengan bercocok tanam dan menjual getah karet. Sebagian pendapatan untuk membeli sayur-mayur dan
kebutuhan pangan lainnya.

Namun, ketika harga jual karet relatif rendah, mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia menyebut, pelatihan budi daya sayuran itu bermanfaat bagi anggota karena pihaknya dapat memproduksi sendiri kebutuhan pangan dan menambah pendapatan keluarga.   

Awalnya, pihaknya sering khawatir akan digusur karena statusnya tinggal di kawasan hutan produksi yang perizinan pengelolaannya diberikan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup kepada PT LAJ. Namun, pihaknya bersyukur
karena ternyata diperbolehkan tetap mengelola lahan dan bergabung dalam program pembinaan sesuai aturan pemerintah.    

"Alhamdullilah pada September lalu kami sudah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan PT LAJ disaksikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Tebo dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi dan salah satu isi kesepakatannya adalah kami akan mengembangkan program pertanian terpadu untuk ketercukupan pangan petani melalui tanaman sayur mayur dan perikanan," katanya.  

 

Baca juga: Lagi, Petani Tewas Diterkam Harimau di Sumsel


Sejak Oktober lalu, mereka mendapat dukungan PT LAJ, berupa bibit, pupuk, sarana produksi lainnya, serta alat berat untuk persiapan lahan pertanian terpadu kurang lebih satu hektare.  

KTH Wana Mitra Lestari juga diajak mengikuti berbagai pelatihan tentang pertanian terpadu dan lokakarya ke daerah yang telah menerapkan model pertanian itu di Tanjung Jabung Barat dan Yogyakarta.

Model pertanian terpadu tidak saja memadukan lebih dari dua jenis tanaman dan perikanan, namun mengutamakan cara bercocok tanam dengan memperhatikan lingkungan dan mengutamakan penggunaan pupuk organik.   

Petani juga dilatih memanfaatkan sumber daya dan limbah di sekitar lokasi untuk dijadikan pupuk, seperti kotoran hewan, sisa sampah rumah tangga, dan dedaunan.  

Model itu selaras dengan konsep Badan PBB untuk Pertanian dan Pangan (FAO) tentang pertanian berkelanjutan yang merupakan praktik budi daya pangan dalam waktu bersamaan yang dapat meningkatkan produktivitas petani. Upaya itu juga terkait dengan ketahanan pangan dan kontribusi bagi pengurangan risiko karena perubahan iklim.

Hingga Oktober 2019, terdapat 10 desa di sekitar area kerja PT LAJ dan PT Wanamukti Wisesa melaksanakan program pertanian terpadu melalui KTH, seperti Desa Kuamang, Balai Rajo, Sungai Karang, Semambu, Suo-Suo, Aur Cino, dan Muaro Sekalo.

Komoditas yang dibudidayakan para petani adalah padi, sayur-mayur, lele, nila, dan buah-buahan. Program pertanian terpadu itu inisiasi PT LAJ bekerja sama dengan Yayasan Bakti Barito.

Perusahaan berharap melalui kegiatan itu petani penggarap skala kecil bisa meningkatkan ketercukupan pangan dan pendapatan mereka.

Hasil panen padi ladang, sayur-mayur, dan ikan dari lahan pertanian mereka bisa untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan sisanya dijual bersama-sama anggota kelompok ke perusahaan untuk mencukupi kebutuhan para karyawan.   

"Kerja sama ini tentu harapannya dapat berkesinambungan mengingat jumlah karyawan PT LAJ dan PT Wanamukti yang akan terus meningkat seiring perkembangan usaha," kata Meizani. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT