05 December 2019, 20:12 WIB

Dampak Kelulusan SMA/SMK, Pengangguran di DKI Tambah 50 ribu Jiwa


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MI/Andry Widyanto
 MI/Andry Widyanto
Pelamar kerja memadati bursa kerja di Gelora Bung Karno

DINAS Ketenagakerjaan dan Transmigrasi DKI Jakarta mencatat adanya penambahan pengangguran di DKI Jakarta sekitar 50 ribu orang hingga Agustus 2019.

Meski demikian, secara persentase menurut Kepada Dinaskertrans Andri Yansyah, menurun jadi 6,22% tahun ini. Pengangguran di DKI Jakarta pada 2019 tercatat sebanyak 5.157.880.jiwa.

Andri menjelaskan, naiknnya angka pengangguran di DKI Jakarta karena pada Juni-Agustus merupakan periode kelulusan siswa SMK/SMA di ibu kota.

"Sehingga di situ ada peningkatan jumlah pengangguran," katanya.

Andri menegaskan, pihaknya terus berupaya untuk menurunkan angka pengangguran, salah satunya melalui pelatihan pekerjaan bagi warga DKI yang baru lulus.

Baca juga : Sudah Berbayar, Jumlah Penumpang LRT Jakarta Menurun

"Kegiatan pelatihan sedang berjalan. itu kan belum terhitung. Memang seperti biasa nanti pada saat semester berikutnya, Insha Allah akan ada penurunan. Ini kan kita menghitungnya per Agustus kan, kita belum hitung september sampai Desember," tuturnya.

Sebelumnya, Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut angka pengangguran di DKI Jakarta meningkat sekitar 50 ribu jiwa sejak Juni hingga November 2019.

Ia mengatakan itu saat memberikan pelatihan keterampilan kerja kepada siswa di SMKN 51 Cipayung, Jakarta Timur, (4/12) kemarin.

"Enam bulan belakangan ini, angka pengangguran meningkat 50 ribu jiwa di Jakarta. Banyak keluhan bahwa anak-anak setelah lulus SMK ini banyak yang nganggur karena tidak tersambungnya skill yang dimiliki," ucap Sandi. (OL-7)

BERITA TERKAIT