05 December 2019, 19:43 WIB

Politikus NasDem Sebut Rocky Gerung Cari Panggung Sindir Presiden


Golda Eksa | Politik dan Hukum

MI/Susanto
 MI/Susanto
Politikus NasDem Irma Suryani Chaniago

POLITIKUS NasDem Irma Suryani Chaniago menilai kelakuan Rocky Gerung yang menyebut Presiden tidak paham Pancasila merupakan kesengajaan untuk mencari panggung semata.

Rocky yang sudah tidak aktif mengajar sebagai dosen di Universitas Indonesia, terang dia, seharusnya tidak perlu melontarkan pernyataan tersebut. "Sekarang kerjaannya hanya ngoceh dari satu media ke media lain," katanya, Kamis (5/12).

Menurut dia, Rocky juga tidak pantas dijadikan narasumber. Alasannya, terang Irma, eks dosen tersebut tidak konsisten antara ucapan yang disampaikan dengan perbuatannya.

"Bayangkan, saat Pilpres seluruh Indonesia tahu kalau dia dukung 02 (Prabowo Subianto). Setelah 02 kalah, dia buru-buru ngomong tidak pernah dukung 02 dan akan jadi oposisi," ujarnya.

Posisi Rocky Gerung yang tidak lagi menjadi dosen di UI dibenarkan oleh Donny Gahral Ardian, dosen filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), tempat Rocky pernah mengajar. "Dia memang sudah tidak lagi mengajar," kata Donny.

Baca juga : Rocky Gerung Berpaling dari Prabowo Subianto

Donny pun sepakat untuk tidak lagi menyebut Rocky sebagai dosen. "Mungkin lebih tepatnya sebagai intelektual publik," kata Donny.

Sebelumnya, di sebuah acara talkshow di stasiun televisi, Rocky menyebut Presiden Joko Widodo cuma hafal Pancasila namun tidak memahaminya. Lantaran hal tersebut politikus PDIP Junimart Girsang langsung bereaksi dan mengancam akan melaporkan Rocky ke pihak kepolisian.

Irma Suryani juga mendukung bila ada pihak yang ingin melaporkan Rocky ke polisi.

"Sangat tepat dilaporkan dan memang harus diberi pelajaran. Itu agar paham hak dan kewajiban warga negara. Jangan cuma tau bicara hak dengan mengkritik compang-camping. Tapi juga harus tahu kewajiban sebagai warga negara dengan kritik konstruktif," pungkas Irma.(Gol)

BERITA TERKAIT