06 December 2019, 00:00 WIB

Pendapat Pakar kian Sudutkan Trump


Melalusa Susthira K | Internasional

TIGA pakar konstitusional dalam kesaksian mereka telah memperkuat upaya Partai Demokrat untuk memakzulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ketiga pakar tersebut mengatakan tindakan Trump yang mencari bantuan campur tangan asing dalam pemilu AS adalah alasan jelas yang membuka peluang dirinya untuk dapat dimakzulkan.

Ini disampaikan dalam dengar pendapat di Komisi Kehakiman DPR AS pada Rabu (4/12). Di komisi yang kini bertugas menimbang pemakzulan terhadap Trump itu, anggota DPR AS mendengarkan kesaksian dari sejumlah pakar konstitusi.

“Berdasarkan kesaksian dan bukti, Presiden Trump telah melakukan kejahatan yang layak dimakzulkan karena menyalahgunakan posisinya sebagai Presiden AS,” terang profesor Fakultas Hukum Harvard, Noah Feldman.

“Kami bertiga sepakat dengan hal itu,” timpal Profesor Hukum dari University of North Carolina Michael Gerhart, merujuk pada dirinya, Feldman, dan profesor hukum dari Stanford University Pamela Karlan.

Gerhart bahkan menyebut tuduhan kejahatan politik Trump, termasuk suap serta menghalangi peradilan dan kongres lebih buruk daripada kesalahan presiden manapun.

“Jika kita tidak dapat memakzulkan presiden yang menyalahgunakan jabatannya untuk keuntungan pribadi, kita tidak lagi hidup dalam demokrasi - kita hidup dalam monarki atau kediktatoran,” tambah Feldman.

Sementara itu, Karlan menegaskan upaya Trump menahan bantuan militer Ukraina sampai bersedia melakukan penyelidikan terhadap Joe Biden merupakan alasan dasar Trump untuk dimakzulkan.

Namun pakar keempat yakni profesor hukum dari George Washington University, Jonathan Turley, berbeda pendapat. Ia mengatakan bukti yang ada belum cukup memadai bahwa Trump melakukan pelanggaran hukum yang dapat membuatnya dimakzulkan.

“Pemakzulan harus didasarkan pada bukti, bukan opini,” tutur Turley, seraya menambahkan bahwa Demokrat terburu-buru dalam proses penyelidikan pemakzulan Trump sehingga mereka tidak mendengar dari pemain kunci terkait skandal Ukraina.


Dasar dakwaan

Fase baru pemakzulan Trump tersebut digelar sehari setelah Kongres AS merilis laporan penyelidikan yang merinci bukti penyalahgunaan kekuasaan. Laporan itu menggarisbawahi rencana yang disusun oleh Trump, pengacara pribadinya Rudy Giuliani, sejumlah diplomat senior dan staf Gedung Putih untuk menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar menyelidiki Joe Biden.

Laporan sebelumnya dari Komisi Intelijen DPR AS diharap menjadi dasar bagi Komisi Kehakiman untuk menyusun dakwaan resmi menyangkut pasal pemakzulan Trump, yang dapat mencakup penyuapan, penyalahgunaan kekuasaan dan penghinaan terhadap Kongres.

Demokrat dilaporkan akan membawa laporan itu ke DPR AS untuk dilakukan pemungutan suara pada akhir Desember.

Sementara itu, Trump yang tengah berada di London mengecam lawan-lawan politiknya karena melanjutkan sidang penyelidikan pemakzulan ketika ia harus menghadiri pertemuan puncak NATO. (AFP/X-11)

BERITA TERKAIT