05 December 2019, 18:15 WIB

Demokrasi Harus Inklusif dan Libatkan Masyarakat


Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum

MENTERI Luar Negeri Retno L.P. Marsudi mengungkapkan bahwa demokrasi harus bersifat inklusif dan membuat semua orang bias memberikan kontribusi para proses demokrasi. Hal itu diungkapkan Menlu Retno saat pidato pembuka Bali Democracy Forum (BDF) ke-12 di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (5/12).

“Demokrasi berhasil ketika demokrasi bersifat inklusif dan semua orang memiliki kesempatan berkontribusi pada proses demokrasi" tutur Retno pada pembukaan acara yang diikuti 90 perwakilan negara dan 7 perwakilan organisasi internasional itu.

Menlu Retno juga menekankan bahwa untuk mencapai demokrasi yang inklusif, terdapat tiga hal yang perlu untuk menjadi perhatian. Pertama, perlunya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi. Kedua, pemberdayaan perempuan yang harus semakin ditingkatkan. Ketiga, melibatkan milenials dan generasi Z.

“Ketiga, kita harus melibatkan dan memberdayakan generasi milenial dan generasi Z. Masa depan demokrasi terletak di tangan mereka. Ketidakpedulian pada politik bukanlah pilihan. Kita harus mengarahkan generasi muda kita untuk menyalurkan energi dan kreativitas mereka untuk memacu inovasi dalam berdemokrasi,” terus Retno

Sesai pembukaan, Retno juga menegaskan bahwa demokrasi yang inklusif harus melibatkan partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat. Semua diberi ruang dalam proses demokrasi, tanpa memandang latar belakang apapun.

"Keterlibatan yang inklusif haruslah tidak memandang latar belakang gender, kelompok budaya, etnis maupun agama,"tegas Menlu Retno saat menyampaikan pernyataan pers.

BDF ke-12 menghadirkan empat panel, yaitu Government Forum, Civil Society and Media Forum, Youth Forum, dan Business Community Forum. BDF juga mewadahi Ministerial Panel yang mengangkat topik diskusi mengenai Woman Leadership, Inclusion, and the State of Democracy. Menlu Retno bersama dengan tiga Menlu wanita lainnya, yakni Menlu Australia Marise Payne, Menlu Kenya Monica Juma, dan Menlu Namibia Nandi-Ndaitwah.

Menlu RI menekankan kembali bahwa demokrasi merupakansebuah proses yang berlangsung terus menerus. Sehingga, demokrasi harus terus diperkuatmelalui proses belajar dan membangun kolaborasi yang kuat sesama negara demokrasi serta mendorong partisipasi aktif dari berbagai lapisan masyarakat. (OL-8)

BERITA TERKAIT