05 December 2019, 18:00 WIB

Bea Cukai Makassar Dongkrak Daya Saing Industri Dalam Negeri


mediaindonesia.com | Ekonomi

DALAM rangka mendukung kelancaran industri pengusaha dalam negeri, Bea Cukai Makassar menambah jalur ekspor langsung (direct call) Makassar-Asia dalam kegiatan pengukuhan tim percepatan ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) di Terminal Petikemas Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Sulsel, pada Rabu (20/11).

Pelepasan ekspor yang dihadiri Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah ini dilaksanakan untuk mengembangkan konektivitas pelabuhan ekspor dan pelabuhan feeder, serta meningkatkan daya saing ekspor di Sulsel.

Kepala Kantor Bea Cukai Makassar, Gusmiadirrahman, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan bentuk komitmen dan fokus pemerintah dalam meningkatkan dan mengembangkan ekspor di Sulsel, terutama produk unggulan ekspor seperti nikel, rumput laut, mete kupas, cocoa, dan beberapa produk lainnya.

“Melalui direct call Makassar-Asia, eksportir mendapatkan kemudahan dan efisiensi biaya dan waktu tempuh ke negara tujuan ekspor,” ungkap Gusmiadirrahman.

Bea Cukai Makassar juga telah bersinergi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam melindungi industri kosmetik dan obat-obatan dalam negeri dari produk impor ilegal.

Serah terima barang penindakan telah dilimpahkan kepada Balai BPOM Makassar sejumlah 6.308 buah krim wajah, 142 sabun batang, dan 20 botol hand body lotion. Barang tersebut merupakan barang kiriman dan barang bawaan penumpang berupa kosmetik dan obat-obatan yang jumlahnya tidak wajar dan berbahaya.

”Sinergi ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pelaksanaan teknis yang dilaksanakan oleh Bea Cukai di lapangan dilindungi dengan peraturan titipan yang berlaku terhadap instansi terkait. Agar masyarakat memahami bahwa ada tindak lanjut dari penegahan barang yang dibawa sehingga ada efek jera,” ungkap Gusmi.

Gusmi berharap  dengan dilaksanakannya sinergi dan koordinasi yang baik, dapat melindungi masyarakat khususnya pelaku usaha agar memberikan kelancaran dalam industri dalam negeri. (OL-09)

BERITA TERKAIT