05 December 2019, 17:52 WIB

Jusuf Kalla: Ujian Nasional Masih Relevan


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

WAKIL Presiden periode 2014-2019 Jusuf Kalla menilai bahwa kehadiran Ujian Nasional (UN) masih relevan untuk menetapkan standar pelajar yang lebih baik guna eningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Tentu masih relevan. Bahwa harus ketat jaraknya (tinggi nilai). Kalau dibebaskan begitu nanti akan kembali lagi ke tahun 2003. Kita yang ketat saja masih rendah pendidikan dengan negara lain, bagaimana dibebaskan," kata Kalla seusai menerima gelar doktor Honoris Causa di Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (5/12).

 

Baca juga: JK: Soal Ujian Matematika SD di Singapura Setara SMP Indonesia

 

Diakui Kalla, di awal penerapan UN pada tahun 2003, banyak anak yang tidak lulus terutama di daerah. Namun dari tahun ke tahun tingkat kelulusan semakin tinggi walaupun di tahun 2015 UN tidak lagi menjadi syarat kelulusan, melainkan untuk evaluasi mutu pendidikan nasional. "Ini perlu dikaji lagi, termasuk hasil UN menjadi syarat masuk perguruan tinggi," ujarnya

Saat UN diterapkan, pemerintah mematok angka kelulusan 4, jauh lebih rendah dibandingkan Malaysia dan Singapura yang menetapkan angka kelulusan 7. Saat itu ada 18% siswa yang tidak lulus. Karena jika saat itu angka kelulusan ditetapkan 6, maka akan ada 40% anak yang tidak lulus.

"Kita tidak boleh menyerah dengan membuat rendah ketinggian galah untuk kelulusan siswa. Jika ini dilakukan, kita telah mendegradasi pendidikan kita. Ujian Nasional mendorong anak belajar dan berusaha keras untuk lulus," kata dia. (Antara/OL-8)

 

BERITA TERKAIT