05 December 2019, 17:21 WIB

Samoa Diserang Wabah Campak Mematikan


Melalusa Susthira K | Internasional

Allan STEPHEN /UNICEF/AFP
 Allan STEPHEN /UNICEF/AFP
Sanele, anak berusia satu tahun, mendapat suntikan vaksinasi MMR di sebuah rumah sakit di Distrik Poutasi,   Samoa, Rabu (4/12). 

NEGARA Samoa memasuki hari kedua dalam upaya vaksinasi massal yang bertujuan menghentikan epidemi campak yang belum pernah terjadi sebelumnya, Kamis (5/12). Epidemi campak di negara kepulauan Pasifik itu telah menyebabkan puluhan anak tewas.

Ketika angka kematian meningkat mencapai 62 orang, para pejabat setempat lantas memerintahkan semua bisnis, layanan pemerintah yang tidak pokok, dan penyebrangan feri antarpulau untuk ditutup sementara.

Warga juga disarankan untuk menaati jam malam yang diberlakukan, tetap tinggal di rumah, dan memasang bendera merah jika ada penghuninya yang belum diimunisasi.

Ratusan tim vaksinasi, termasuk pegawai negeri yang ditugaskan, kemudian menyebar ke seluruh wilayah Samoa yang dihuni oleh sekitar 200 ribu penduduk pada Kamis (5/12) dini hari.

Tim berencana menyisir dari rumah ke rumah di desa maupun kota untuk memberikan vaksinasi wajib di rumah-rumah yang berbendera merah.

Pasar-pasar di tepi perairan Ibu Kota Apia, yang biasanya dipenuhi dengan turis yang berbelanja kerajinan dan cenderamata, tampak lengang ketika kios-kios ditutup. Sementara itu, hampir tidak ada lalu lintas yang tampak di pusat kota.

"Di sini sangat sepi. Saya hanya bisa mendengar beberapa anjing menggonggong. Jalanan kosong. Tidak ada mobil," ujar Kepala UNICEF Kepulauan Pasifik, Sheldon Yett, kepada AFP.

"Orang-orang tinggal di rumah menunggu vaksinasi. Tim sedang mengumpulkan persediaan dan bersiap-siap untuk keluar," sambungnya.

Kegiatan vaksinasi yang dilancarkan di bawah kekuatan darurat itu berlangsung ketika epidemi campak berlangsung sejak bulan lalu. Sehingga upaya tersebut tampak terlambat untuk menghentikan tingkat infeksi campak yang telah meningkat sejak pertengahan Oktober, dengan sebagian besar korbannya merupakan anak-anak kecil.

"Saya pernah melihat kampanye mobilisasi massal sebelumnya, namun tidak di seluruh negara seperti ini. Itulah yang sedang kita lakukan sekarang. Seluruh negara ini sedang divaksinasi," tutur Yett.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, tingkat imunisasi di Samoa turun tajam menjadi hanya 30 % sebelum wabah campak menyerang. WHO menyalahkan kampanye anti-vaksin atas kemerosotan itu.(AFP/Uca/OL-09)

BERITA TERKAIT