05 December 2019, 18:00 WIB

Projo Komit Dukung Peningkatan Kualitas Demokrasi


Golda Eksa | Politik dan Hukum

SISTEM pemerintahan presidensial di Indonesia merupakan faktor utama pembentukan pemerintahan yang kuat. Sistem tersebut juga perlu terus mendapatkan dukungan dan penguatan.

Demikian dikemukakan Sekjen Projo Handoko dalam konferensi pers Persiapan Pra-Kongres II Projo, di Kantor DPP Projo, Pancoran, Jakarta, Kamis (5/12). "Projo berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas demokrasi," ujarnya

Kongres Projo bakal dihelat pada 7-8 Desember mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Menurut dia, alasan pelaksanaan kongres karena Projo merupakan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang taat dan patuh pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

Kongres tersebut akan dihadiri 20 ribu orang kader maupun simpatisan dari seluruh DPD dan DPC Projo se-Indonesia. Presiden Joko Widodo yang merupakan pembina Projo akan memberikan arahan-arahan strategis bagi organisasi dan seluruh kader Projo, sekaligus membuka secara resmi kegiatan itu.

"Agenda Kongres II Projo, antara lain memilih dan menetapkan ketua umum, menetapkan program lima tahun ke depan, dan merumuskan sikap politik Projo," kata Handoko.

Kegiatan pada forum tertinggi itu diharapkan dapat menghasilkan pelbagai keputusan penting yang akan menjadi arah bagi peran penting dan gerak langkah Projo, khususnya dalam mengisi dan mengawal program-program pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin 2019-2024, visi Indonesia Maju yang berbasis pada sumber daya manusia (SDM), serta pemerintahan Jokowi selama satu dekade harus menjadi warisan bagi bangsa Indonesia.

Ketua Panitia Kongres II Projo Panel Barus, menambahkan kegiatan tersebut akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti festival kuliner, panggung hiburan, performance artis, serta apel akbar.

Ia berharap kongres yang sudah dipersiapkan matang dapat berjalan aman dan lancar. Projo juga mengundang seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju, para ketua umum parpol koalisi pemerintahan dan oposisi, serta organisasi relawan.

"Kami juga ingin memastikan bahwa kongres ini diselenggarakan secara gorong royong. Dari segi pendanaan juga murni partisipasi kami dan tidak ada dana dari APBN," ujarnya.

Ketua DPP Projo Fredi Alex Damanik, membeberkan bahwa ada beberapa nama kandidat ketua umum Projo yang muncul di permukaan. Selain petahana Budi Arie Setiadi, imbuhnya, ada pula nama Sekjen Projo Handoko dan Ketua Panitia Kongres Panel Barus.

"Nama-nama kandidat itu kita terima, namun mekanisme tetap diatur pada sidang sedemokratis mungkin. Model pemilihan dalam kongres nanti hanya memilih ketua umum saja," pungkasnya. (P-2)

BERITA TERKAIT