05 December 2019, 07:11 WIB

Wali Kota Kediri Usir Utusan Gubernur Jatim


Antara | Olahraga

Antara
 Antara
Ilustrasi 

PEMERINTAH Kota Kediri, Jawa Timur, menyayangkan sikap utusan dari Gubernur Jawa Timur, yang datang ke Kediri berbicara terkait dengan atlet senam artistik Shalfa Avrila, karena dinilai tidak manusiawi.

"Kalau prosedur pemecatan dikeluarkan dari atlet itu tidak dipermasalahkan selama sesuai ketentuan. Tapi, karena ini sudah privasi, tentang keperawanan. Pak Wali Kota sangat tersinggung," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Kediri Apip Permana saat dikonfirmasi terkait video pengusiran utusan Gubernur Jatim yang viral di media sosial.     

Pihaknya menyayangkan dengan pernyataan utusan Gubernur Jawa Timur tersebut. Selain itu, utusan itu dinilai tidak menyampaikan amanat dari Gubernur Jawa Timur, yang meminta agar masalah itu diselesaikan kekeluargaan dan jika tuduhan tidak benar segera meminta maaf.   

"Ternyata, oleh utusan tidak disampaikan. Justru menantang agar diproses di pengadilan. Bahkan, di depan keluarga (dikatakan) Shalfa tidak perawan, akhirnya terjadi kejadian itu (pengusiran utusan Gubernur Jatim)," kata Apip, Rabu (4/12/2019)

Ia mengatakan, hingga kini belum ada konfirmasi lagi atau permintaan maaf dari dinas terkait maupun dari pernyataan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dengan kejadian yang terjadi di ruang dinas Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar tersebut.   

"Sampai hari ini saya belum dapat informasi itu. Karena mungkin ada kesibukan lain, mungkin dalam waktu dekat," kata dia.    

Lebih lanjut, ia mengatakan Shalfa merupakan atlet yang dibina Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) Jatim. Pemkot Kediri atas nama Wali Kota Kediri tidak membina langsung, sebab Shalfa sudah mewakili Jawa Timur, sehingga yang membina adalah Gubernur Jatim.    Namun, pemkot bersedia memfasilitasi komunikasi dengan berbagai pihak, sehingga ada jalan keluar untuk Shalfa. Terlebih lagi, hingga kini Shalfa juga masih bersekolah di sebuah SMA di Kabupaten Gresik.

Video Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang mengusir tamu dari rumah dinasnya viral di media sosial. Peristiwa dalam video yang berdurasi 48 detik itu terjadi pada Minggu (1/12) siang.    

Kejadian tersebut setelah selesai jumpa pers dengan jurnalis sekitar pukul 11.30 WIB, seluruh media meninggalkan lokasi. Namun, tidak berselang lama datang tamu yang mengatakan utusan dari KONI Jawa Timur dan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur.  Tamu tersebut diketahui bernama Ansori dari Dispora Provinsi Jatim dan Nabil dari KONI Jatim. Awalnya Ansori dan Nabil akan berkunjung ke keluarga Shalfa, atlet senam yang dikeluarkan dari pelatnas menjelang pertandingan SEA Games.    

Kedatangan Ansori di rumah dinas Wali Kota bermula dari pembicaraannya dengan Imam Mukhlas, kuasa hukum keluarga Shalfa lewat telepon. Dalam pembicaraan itu, Muklas mengatakan bahwa dia masih di rumah dinas, hingga akhirnya, Muklas minta izin Wali Kota untuk memfasilitasi tempat bertemu dengan Ansori.    

baca juga: Ada Konflik Kepengurusan, Tim Hoki Dilarang Tampil di SEA Games

Hingga akhirnya, Wali Kota memberi izin agar pertemuan antara Ansori dengan Muklas berserta keluarga Shalfa diadakan di rumah dinas. Saat dialog tersebut, Ansori mengatakan bahwa dia siap kalau persoalan Shalfa dibawa ke proses hukum. Dan dia mengatakan di hadapan forum yang dihadiri Shalfa berserta keluarga kalau Salfa sudah tidak perawan. Karena hal itu, Shalfa hingga jatuh pingsan.
   
Kuasa hukum keluarga Shalfa, Imam Mukhlas hingga kini belum bisa dikonfirmasi. Ia hanya mengatakan saat ini masih menunggu perkembangan lebih lanjut. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT