05 December 2019, 08:50 WIB

RI Targetkan Penurunan Emisi 26% Tahun Depan


Thalatie Yani Laporan dari Madrid | Humaniora

INDONESIA menargetkan tercapainya implementasi Paris Agreement terkait perubahan iklim dalam pertemuan Konvensi Perubahan Iklim PBB (UNFCCC-COP 25) di Madrid, Spanyol, 2-13 Desember 2019.

Sebelumnya, tidak ada kesepakatan tentang pengaturan implementasi Paris Agreement, terutama Artikel 6 pada COP 24 di Katowice, Polandia. Artikel 6 mencakup sarana-sarana implementasi Paris Agreement melalui mekanisme pasar dan nonpasar. Padahal, pelaksanaan implementasi Artikel 6 seharusnya dilaksanakan mulai Januari 2020.

"Dari sisi komitmen, negara-negara maju memenuhi komitmen awal yang free 2020. Target kita menurunkan emisi 26%, sekarang 29%. Kita konsisten dan ingin negara maju melakukan hal yang sama sebelum 2020, harus berkomitmen mencapai target," ujar Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong kepada wartawan di Madrid, kemarin.

Indonesia telah melakukan sejumlah langkah untuk menurunkan emisi yang memengaruhi pemanasan global melalui beberapa tindakan. Yang sudah dilakukan, antara lain program penurunan emisi dari deforestasi dan perusakan hutan, perbaikan manajemen gambut, pencegahan kebakaran, dan program B30 dan B60 (biodiesel).

"Melalui Paviliun Indonesia, kita jelaskan tentang gambut bahwa kita sudah siap dan maju dalam melangkah melaksanakan target pengurangan emisi mulai tahun depan," ujar Alue.

Namun, ia belum bisa memastikan tingkat emisi yang sudah dikumpulkan Indonesia. Jika mengacu pada data yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Desember 2018, Indonesia mencapai angka 24,4%.

Menurut Alue, upaya Indonesia memenuhi target emisi ialah tindakan no point of return. Pasalnya, Indonesia sadar perubahan iklim telah berdampak negatif terhadap lingkungan, ekonomi, dan masyarakat.

"Kita memiliki trajectory (arahan) tentang bagaimana mengurangi emisi dari sektor kehutanan lalu soal tata kelola lahan, industri, energi, sampah, dan lainnya," ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar mengungkapkan implementasi dari pelaksanaan Paris Agreement pada Januari 2020 menjadi tantangan bagi dunia, tidak hanya untuk Indonesia.

"Pengalaman Indonesia sejak pelaksanaan COP 13 di Bali pada 2007 jadi modal penting bagi implementasi Kesepakatan Paris. Saya mengajak semua komponen bangsa menyamakan persepsi dan mengambil langkah kolektif untuk bergerak karena aksi iklim adalah aksi kita semua," kata Muhaimin dalam pembukaan Paviliun Indonesia di Madrid, kemarin. (X-11)

BERITA TERKAIT