05 December 2019, 06:30 WIB

Ekspor Toyota Bertahan di Ketidakpastian Pasar Global


(S-1) | Otomotif

 MI/ATET DWI PRAMADIA
  MI/ATET DWI PRAMADIA
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)  pabrikan Toyota Indonesia Warih Andang Tjahjono,

SEPANJANG Januari hingga Oktober 2019, ekspor kendaraan utuh (complete built up/CBU) bermerek Toyota naik sebesar 3% dengan volume sebanyak 178.500 unit daripada periode yang sama 2018 dengan jumlah 173.600 unit.

Padahal, kondisi perekonomian negara tujuan yang saat ini masih belum menjanjikan menjadi faktor penentu pertumbuhan ekspor Toyota.

"Kami terus berupaya agar catatan ekspor tetap positif, antara lain dengan cara melakukan studi-studi komprehensif untuk dapat menjajaki daerah tujuan ekspor baru serta mengembangkan variasi produk ekspor yang beragam," ungkap Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)  pabrikan Toyota Indonesia Warih Andang Tjahjono, melalui siaran pers, Jumat (29/11).

Selain mengekspor kendaraan utuh, Toyota dan grupnya di Indonesia juga mengirimkan kendaraan terurai (completely knock down/CKD) sebanyak 38.300 unit, mesin bensin sebanyak 96.800 unit, mesin etanol sebanyak 7.400 unit, serta lebih dari 81 juta buah komponen kendaraan dalam periode 10 bulan pada 2019.

Tercatat sebanyak lebih dari 80 negara di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, dan Kepulauan Karibia menjadi destinasi ekspor produk bermerek Toyota.

Di sisi lain, TMMIN meraih penghargaan dari Bank Indonesia untuk kategori Pengelola Utang Luar Negeri Terbaik. Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo kepada Presiden Direktur TMMIN dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2019, Kamis (28/11), di Jakarta.

TMMIN meraih penghargaan tersebut atas keberhasilan menjaga konsistensinya menjadi investor sekaligus pengekspor produk otomotif di Indonesia. Selain itu, penghargaan juga diberikan karena upaya TMMIN senantiasa mematuhi pelaksaan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan didukung dengan penerapan secara konsisten lindung nilai terhadap pinjaman luar negeri yang diperoleh sehingga tidak mengganggu stabilitas devisa.

"Penghargaan ini menjadi sebuah pemicu bagi kami untuk bisa memberikan sumbangsih lebih banyak lagi kepada negeri tercinta, terutama melalui penanaman investasi yang konsisten dan terealisasi sesuai dengan perencanaan serta menggiatkan lagi performa ekspor sehingga dapat membantu keseimbangan neraca perdagangan dari sektor otomotif," ujar Warih.

Ia mengungkapkan Toyota selalu berpegang teguh pada prinsip kepatuhan dalam memenuhi regulasi yang berlaku, yang diwujudkan salah satunya melalui konsistensi memberikan data dan informasi secara lengkap dan tepat waktu untuk mendukung pelaksanaan survei dan kegiatan Liaison Bank Indonesia guna penyusunan statistik Bank Indonesia. (S-1)

BERITA TERKAIT