04 December 2019, 22:25 WIB

Perhumas Gelar Konvensi Nasional Usung Kearifan Lokal


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

Antara/Audy Alwi
 Antara/Audy Alwi
Ketua BPP Perhumas Agung Laksamana

PERHIMPUNAN Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) akan menggelar Konvensi Nasional Humas (KNH) 2019 di Yogyakarta pada 16-17 Desember 2019.

Mengusung tema Humas 2020: Kearifan Lokal, Solusi Global, KNH diharapkan dapat memberikan perspektif baru tentang kearifan lokal di era globalisasi saat ini.

Ketua Umum BPP Perhumas Agung Laksamana mengatakan, Indonesia memiliki keistimewaan dengan beragamnya kearifan lokal yang menjadi nilai tambah dalam penciptaan solusi kreatif bidang komunikasi.

“Kearifan lokal bisa jadi tergerus dengan adanya globalisasi. Seharusnya kearifan lokal kita gali, tidak hanya global. Kita kolaborasi untuk menggali apa sih keunggulan lokal kita yang bisa kita share dalam diskusi konferensi ini,” kata Agung Laksamana di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/12).

Perhumas meyakini, peran SDM humas dalam mensosialisasikan keunggulan yang dimiliki indonesia kepada dunia sangat vital untuk membantu pemerintah mencapai visi misinya. Agung mengatakan, jika SDM humas turut maju, maka Indonesia akan lebih unggul.

Baca juga : Silaturahmi Kadin-Perhumas

"KNH 2019 di Yogyakarta ingin menitikberatkan peran fungsi humas dalam mencari berbagai kearifan dan kekayaan budaya Indonesia yang bisa memberikan inspirasi bagi strategi maupun solusi kreatif kehumasan dan komunikasi," tutur Agung.

Ketua Pelaksana KNH 2019 Aswad Ishak memambahkan, KNH kali ini dapat meningkatkan kesadaran praktisi humas khususnya dalam memasukan nilai lokal dalam setiap penyusunan dan pengembangan program.

Humas Indonesia diharapkan dapat memiliki ciri khas yang unik dengan mengangkat kearifan lokal.

"Kearifan yang lebih kontekstual dengan stakeholder sesuai problematika yang dihadapi di masyarakat. Hal ini dapat memberikan penguatan posisi dan peran humas dalam menjalankan fungsinya secara strategis dan taktis," ucap Aswad.

Rencananya, acara ini akan dihadiri sejumlah tokoh penting seperti Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Widodo Muktiyo, Dubes RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun, Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal, beberapa akademisi dan mahasiswa ilmu komunikasi, serta dibuka oleh Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono. (OL-7)

BERITA TERKAIT